kesepian makin kekinian

Kesepian Makin Kekinian – Puisi Dennis Aziz

Kesepian Makin Kekinian 1

Aku direncanakan mengikuti garis hidup semangat juang bapak

Di gedung perkantoran yang sempit segar wangi

Berbekal nama baik dan lambang jasa

Orang tidak lagi menyodorkan kertas-kertas penguji kemampuan

Mereka percaya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Sekali-kali,

Kalau ada waktu berlibur

Aku bertanya-tanya

Kapan boleh mempergunakan

Tubuhku

Sesukaku

Kesepian Makin Kekinian 2

Di Jogja,

Aku tidak menyia-nyiakan selasa wage

Kujelajahi pada kenikmatan

Kerumunan

Waktu demikian habis

Terhanyut pada koreografi

yang tersaji

Dunia berjalan tanpa arti

Sampai batas titik nol

Aku mengedar pandang

Aku sebenarnya siapa?

Kesepian Makin Kekinian 3

Ketika terbangun pada dinginnya sepi dini hari

Entah,

Ini hari apa?

Ini tanggal berapa?

Aku yang berjalan

Atau

Waktu yang berjalan

Ketika terbangun pada dinginnya sepi dini hari

Kubuka Whatsapp,

Rupanya dalam tidur yang berjarak sejengkal

Terlewat percakapan-percakapan yang serius, lucu, kadang beranalogi,

Juga berdaya koherensi

Aku yang kesepian

Atau

Mereka yang kesepian

Kesepian Makin Kekinian 4

Di pelataran pintu masuk stasiun

Turun dari Grab

Segera menukar bukti pembelian tiket dari Indomart

Ke mesin pencetak

Bawaan sedikit

Kebanyakan telah terkirim lewat JNE

Dan kemudian,

Berjalan masuk tanpa mengamati suasana

Di gerbong, dinginnya sunyi merangkak merambati tubuh

Para penumpang membeku dalam kemandirian

Dan kemudian,

Hidup serasa tidak saling membutuhkan

Pakuncen, 2019

Karya: Dennis Aziz

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: