You May Also Like
Read More

[Cerpen] Kemarahan Gentayu

Aku melewati pintu rimba hutan yang ditakuti para penduduk kampung. Menurut cerita yang kerapkali menyusup rongga telinga penduduk, hutan akan bersuka cita mengirimkan kabar kematian lewat angin di petang hari, saat mega merah gagah tampakkan keanggunan warna, ada pula yang menafsir sebagai waktu bergelimang darah.
Read More

Senyum Ayah

Saat hujan semakin menitik, senyum ayah membuat dadaku bergemuruh. Degup jantung pun berdentam-dentam, seumpama beduk yang ditabuh tanpa…
Read More

[Cerpen] Fate

  ‘Hati ini terlalu bertakhta untuk sebuah kehilangan’ (Eden Bridge) Ini dimulai dari yang namanya kehidupan. Sebenarnya aku…