Category: Syifa Dilla

  • [Cerpen] Jodoh dari Dewi

    Siang itu aku melihat Dewi begitu lemah dengan selang di sekujur tubuh. Gadis yang  semasa SMA itu terlihat sangat cantik, sekarang sudah sangat berbeda. Bibirnya tak lagi merah merekah seperti dulu. Rambutnya pun tak terlihat terurai hitam panjang. Saat SMA, dia menjadi salah satu primadona. Tak heran, banyak teman atau kakak kelas yang menginginkan menjadi […]

  • [Cernak] Gara-Gara Jo

    “Seribu, dua ribu, tiga ribu… Cukuplah.” desis Gilang yang sedang menghitung uang tabungannya. “Gilang, tabunganmu kamu buka?” tanya Ibu yang ternyata sembari tadi sudah ada di belakangnya. “Iya, Bu,” jawab anak itu gugup. Dalam hatinya, ‘Aduh, kenapa Ibu melihatnya, aku mau jawab apa ini.’ “Gilang ingin membeli sesuatu?” tanya Ibu semakin mendesak. “Iya, Gilang ingin […]

  • [Cerpen] Pesan Terakhir

    Cerobong asap itu tiba-tiba semakin tak terlihat. Aku yang tadinya ada di dekat bangunan tua yang tak berpenghuni, tanpa aku sadari aku berada di dalamnya. Aku melihat wanita cantik berambut panjang dengan kaus dan celemeknya. Dia berlari kemudian menghampiri segerombolan orang yang tangannya terlihat tidak berhenti berputar. Aku mendekatinya, adonan roti itu terus mereka bentuk […]

  • [Cerpen] Bukit Permata

    “Nduk, Pak Danu menanyakanmu lagi.” Mbok Nah tergopoh-gopoh saat Sirod datang, takut anak perempuannya itu langsung masuk kamar. Sejak Mbok Nah sering membahas tentang pernikahan, gadis itu memilih menghindar atau bungkam tanpa sepenggal kata. “Anaknya juga sudah dewasa, mereka ingin besanan dengan kita.” Pak Danu adalah pemilik swalayan yang disetori gula semut, hasil olahan Mbok […]

  • [Cernak] Dua Pelangi

    “Gilang!” Suara Ayah tiba-tiba mengagetkan Gilang yang sedang menonton televisi. Hari ini waktu pembagian rapor. Wali murid wajib hadir, untuk mengambil rapor sekaligus rapat kelas. Itu sebabnya, Gilang tidak ikut ke sekolah. “Asyik, Ayah sudah datang.” Gilang berlari menghampiri Ayah. “Bagaimana raporku, Yah?” “Gilang suka belajar tidak, sih?” tanya Ayah dengan muka becanda. “Ya, suka […]

  • [Cernak] Momo

    Siang itu, Gilang dan Egi pulang sekolah bersama. Tiba-tiba Gilang menghentikan laju sepedanya. Sontak Egi kaget. “Egi, ada kucing terjebak di dalam selokan.” Tanpa berkata-kata, Gilang  masuk selokan dan mengambil kucing manis yang terjebak itu.

  • [Cernak] Karena Bohong

    sumber: google image               Di hari Minggu pagi yang cerah, Gilang pergi ke alun-alun Wates bersama Paman dan Boni. Boni adalah anak dari Paman. Mereka berangkat tepat pukul 6 pagi. Mereka akan lari pagi lalu dilanjutkan dengan senam.             Setiap pukul 6 pagi sampai 9 pagi, di alun-alun Wates diberlakukan Car Free Day. Para […]

  • [Cerpen] Bidadari Subuh

    sumber: persisalamin.com   Pintu masjid berderit, tandanya Subuh sudah datang. Dia adalah seorang muadzin di sebuah pesantren yang terletak di perbukitan Menoreh. Meski Subuh santri kalong, dia selalu datang di waktu tahajud. Santri kalong itu sebutan untuk santri yang tidak menginap di pesantren. Meski begitu, dia tidak pernah meninggalkan sholat tahajud. Sebelum Subuh mengumandangkan adzan, […]

  • [Cernak] Geblek dari Nenek

    sumber: freepik.com             Sabtu sore, Gilang terlihat senang sekali. Rupanya, dia akan diajak ayahnya liburan, dan berkunjung ke rumah Nenek besok pagi. Asyik, besok berkunjung ke rumah Nenek. Pasti perjalanannya menyenangkan, batin Gilang. Rumah Nenek Gilang ini, berada di perbukitan menoreh Kulon Progo. Tepatnya, di salah satu kecamatan di Kulon Progo yaitu Kokap. Untuk […]

  • [Cernak] Sepeda Gilang

    sumber: pixabay.com   Gilang pulang sekolah dengan bersepeda. Sepeda Gilang ini berwarna merah. Sepeda ini, Gilang dapatkan dari ibunya sebagai kado atas kenaikan kelas. Karenanya, Gilang selalu merawat sepedanya ini dengan baik.  Jarak rumah Gilang dengan sekolah kurang lebih 500 m. Gilang selalupulang bersama dengan Egi, dan Vian. Selain rumah mereka berdekatan, mereka juga sudah […]

error: Content is protected !!