Category: Eti Daniastuti

  • [Cernak] Sepatu Buatan Ayah

    Keluargaku terdiri atas aku, Ayah dan Ibu. Sekarang, aku duduk di kelas 6. Tak kekurangan sedikit pun kebutuhan sekolahku. Usaha Ayah lancar sehingga penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak toko-toko sepatu di pasar memesan sepatu dari Ayah. Setiap pemesan memuji sepatu buatannya. Kata mereka, “Kaki akan rusak jika tidak menggunakan sepatu buatan Pak Wahyu.” […]

  • [Cernak] Celana… Oh Celana…

    Setiap libur panjang, aku, Nita, Bapak, dan Ibu berkunjung ke rumah Nenek. Nenek tinggal di Giritontro. Desa itu masih jauh dari keramaian. Fasilitas dan hiburan pun masih jarang. Namun, kehidupan masyarakatnya rukun dan damai. Sejahtera seluruh warganya.

  • [Cernak] Mukjizat Untuk Papaku

    Aku anak tunggal. Aku masih kelas lima SD. Meskipun demikian, aku anak mandiri. Aku bisa membantu memasak ataupun bersih-bersih rumah. Selain itu, aku juga terbiasa merawat papa. Papaku sedang sakit. Sudah tiga bulan ini, beliau hanya berbaring di tempat tidur. Beliau sudah tidak mampu untuk beraktifitas. Mamaku seorang guru SD. Beliau termasuk guru teladan. Banyak […]

  • [Cernak] Pengusaha Cilik

    Ardi dan Ragil adalah kakak beradik. Ayahnya seorang difabel. Sudah setahun ini, ayah hanya bisa duduk di atas kursi roda. Ia mengalami kecelakaan kerja. Ayah jatuh dari lantai dua ketika menjadi tukang bangunan. Ibu seorang penjahit kampung. Pelanggannya hanya tetangga di kampung mereka. Mereka hidup dan tinggal di rumah yang sederhana. Kondisi ekonomi keluarga Ardi […]

  • [Cernak] Selebritis Dadakan

    sumber: global.liputan6.com   “Din, lihat, Arman lewat!”  kata Mirna kepada Dina.   “Memang kenapa?”   “Lah, kamu nggak tahu, ya?  Arman itu kan, anak kuno. Dia nggak gaul. Dia tuh, sering menggunakan bahasa Jawa krama. Apalagi ketika berbicara dengan orang tua.”     “Lah, bagus, kan? Sebagai anak Jawa, sepantasnyalah kita meniru Arman.”   Mirna […]

  • [Cernak]Malin Kundang yang Murah Hati

    sumber: dakwatuna.com   “Malin Kundang, bangun, hari sudah siang!” teriak Mak Ijah membangunkan. Malin Kundang menggeliat. Ia serasa ogah-ogahan untuk membuka matanya. Karena masih mengantuk, matanya terpejam lagi. “Malin, bangun! Bantulah Emak! Ini sudah siang. Semua tetangga sudah mulai bekerja!” teriak Emak kepada Malin. Mendengar teriakan Mak Ijah, Malin membelalakkan matanya seketika. “Hah, Emak, aku […]

  • [Cernak] NGOMPOL…, MALU AH!

    sumber : savvyqueen[dot]com Setiap sore, halaman belakang rumahku selalu digunakan bermain teman-teman sebayaku. Seperti biasa, kami bermain lompat tali. Kami bermain dengan jumlah enam anak.   Sebelum bermain, kami hom pim pah dahulu untuk menentukan pemain dan penjaga. Dua anak yang kalah harus jaga. Mereka memegang masing-masing ujung karet yang sudah dirangkai panjang. Mereka harus […]

error: Content is protected !!