Tak Punya Dana Beli Mainan? Yuk, Buat Karya Untuk Si Kecil

sumber: brilio.net


Saat berselancar di media sosial, sering kali para Ibu menemukan lapak jualan mainan untuk anak. Biasanya, mereka bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk memesan sejumlah mainan. Apalagi, setelah merebaknya ilmu parenting, ibu-ibu millennial semakin sadar untuk menstimulasi anak dengan mainan. Memang, jika dilihat dari manfaat mainan yang banyak dijual saat ini, mainan para balita fokus pada stimulasi kelima inderanya. Menstimulasi koordinasi mata dan tangan, mengembangkan kecerdasan bahasa, dan lain sebagainya. Manfaat-manfaat ini juga bisa muncul dari mainan buatan rumahan, lo!
Bagi para ibu yang “kreatif” alias kere (miskin) dan aktif, daya kreatif akan cepat berkembang untuk memenuhi kebutuhan belajar anaknya. Kere di sini maksudnya belum memiliki dana cukup untuk kebutuhan tambahan, seperti mainan anak, lalu muncullah jiwa aktif mencari caranya dan menjadikannya kreatif. Maka, muncullah ibu jago gambar, jago nukang, atau jago njahit, misalnya. Mereka dengan tulus membuat karya untuk anaknya dengan manfaat yang sama dari mainan yang dijual di luaran. Misalnya mainan plastisin dapat didapatkan dari plastisin buatan berbahan dasar tepung, minyak dan garam. Untuk manfaat membuat karya untuk anak bagi orang tua dan anak adalah:
1.  Selain ibu menjadi kreatif, membuat mainan sendiri dapat mendekatkan anak dan orangtua. Anak dipenuhi haknya untuk bermain, ditemani ayah atau bundanya juga. 
2. Jika tingkat kesulitan pembuatan mainan di level terendah, anak dapat dilibatkan untuk berkarya. Misalnya, dalam proses membuat boneka kertas. Tugas Ibu menggunting dan anak bertugas memberi lem pada kertas, lalu menempelkannya.
3. Anak pun meniru ayah ibu yang kreatif. Dia memahami bagaimana mengembangkan suatu ide yang sederhana dan mewujudkannya dengan tangannya sendiri. Anak akan mengembangkan daya kreativitasnya.
Untuk para orang tua dengan ekonomi menengah ke bawah, jangan risau anak Anda kekurangan bahan stimulasi. Dari bahan apapun yang ada di rumah, Anda bisa banget memanfaatkannya. Jadi, bukan perkara ketidakpunyaan untuk menstimulasi. Tetapi lebih kepada besarnya niat menstimulasi anak demi tumbuh kembangnya.
Berkarya di sini adalah menciptakan sesuatu. Maksudnya adalah ibu/ayah dan anak menciptakan mainan dari bahan-bahan yang ada di rumah. Apa saja. Kita bisa memanfaatkan kardus bekas, botol bekas, kantong kresek, tutup botol dan lain sebagainya. Mainan buatan ini didesain khusus memenuhi daftar manfaat mainan yang sama dari pabrik. Penggunan alat dan bahan lain sebagai pelengkap diperlukan juga, seperti lem, gunting, selotip, lem tembak, dan seterusnya.
Anak-anak di bawah usia 18 bulan masih suka memasukkan sesuatu ke mulutnya. Mereka masih berada dalam masa oral. Ibu bisa membuat mainan dengan bahan yang terjaga keamanannya. Untuk usia lebih 18 bulan, ibu bisa membuat mainan yang tidak gampang pecah jika dibanting. Selebihnya, anak pun bisa memberikan idenya untuk mainan apa yang akan dibuat.
Masih bingung bikin mainan apa? Apa yang bisa kita gali untuk merangsang ide membuat mainan? Kita bisa gali ide dari faktor-faktor ini:
1.     Bahan yang ada di rumah
Sebaiknya bahan ini tidak perlu membeli. Cari bahan yang sudah tak terpakai dan berpotensi memenuhi isi rumah. Bisa berupa botol bekas, kardus bekas, dan lain-lain.
2.     Ketertarikan anak
Anak cenderung tertarik bermaian dengan pola atau jenis mainan. Misalnya, anak laki-laki suka mainan beroda. Maka kita bisa buat mainan yang ada rodanya.
3.     Informasi milestone (tumbuh kembang) anak
Milestone atau tahapan tumbuh kembang anak berbeda-beda sesuai usianya. Anda bisa mencari informasi seputar parenting tentang tahapan yang dilalui anak ini.
Nah, sekarang cek yuk salah satu ide mainan dengan tema sensory play.
Membuat tray mainan sensory
Mainan ini bermanfaat untuk menstimulasi rangsang perabaan, penglihatan, pendengaran, dan lain-lain. Isi dari tray-nya adalah mainan yang bertekstur, berwarna dan aman. Tray atau  tempat untuk memainkan sensory play berupa kotak besar tanpa tutup. Nantinya bahan-bahan perangsang akan diletakkan di atasnya dan disusun sedemikian rupa.
Alat
Gunting/cutter
Bahan
1.     Kardus bekas ukuran dasarnya 50×30 cm2
2.     Beras/makaroni kering
3.     Pewarna  makanan
4.     Miniatur hewan (opsi alternatif)
Cara membuat
1. Cukup membuat kotak tak bertutup untuk tray mainan dengan menggunting tinggi kardus agar menjadi 5 cm saja.
2.     Beras/makaroni direndam air bercampur perwarna.
3. Beras/makaroni yang sudah direndam dan terlihat berwarna tajam, jemurlah sampai  sampai kering.
4. Setelah kering, ratakan beras/makaroni berwarna tadi di tray, lalu tambahkan miniatur hewan. Anak bisa meraba tekstur sambil mengenal hewan-hewan di sekitarnya.
 Bagaimana, mudah bukan menggali ide untuk membuat mainan? Tak perlu bersusah payah memikirkan ide dan akhirnya berujung tanpa eksekusi. Apa yang ada di depan mata bisa menjadi solusinya. Tak perlu risau juga dengan belum adanya anggaran mainan untuk menyenangkan anak. Kita bisa buat dari tangan kita sendiri. Jadi, yuk, main lagi Ayah, Ibu!
Ditulis oleh: Erdittya Ekanovie N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *