cerpen

[Cerpen] Kemarahan Gentayu

Aku melewati pintu rimba hutan yang ditakuti para penduduk kampung. Menurut cerita yang kerapkali menyusup rongga telinga penduduk, hutan akan bersuka cita mengirimkan kabar kematian lewat angin di petang hari, saat mega merah gagah tampakkan keanggunan warna, ada pula yang menafsir sebagai waktu bergelimang darah. [...]

[Cerpen] Boneka untuk Murni

Suara Mak Maemunah yang tipis melengking membuat Udin siaga. Dia menarik badannya supaya lebih tersembunyi di antara tumpukan kardus yang memenuhi separuh rumah singgah itu. Sedikit lagi, tinggal kutambahkan pita, lalu selesai. Udin bergegas merampungkan pekerjaaannya. [...]