Aku dan Kakek yang Tangguh

1// Adalah aku, manusia yang amat beruntung daripada sebagian manusia yang terciduk terus meratapi diri akan ‘nasib’ dari petualangan kisah telah dijalani sekian lama namun masih begitu-begitu saja—padahal, menurutnya, apa saja telah diupayaperjuangkan sekuat tenaga yang dipunya. Keberuntungan paling pertama adalah penjelajahan wilayah yang terbilang jauh. Seperti deretan kata yang biasa digunakan dalam penyebutan Ninja […]

[Cerpen] Jodoh dari Dewi

Siang itu aku melihat Dewi begitu lemah dengan selang di sekujur tubuh. Gadis yang  semasa SMA itu terlihat sangat cantik, sekarang sudah sangat berbeda. Bibirnya tak lagi merah merekah seperti dulu. Rambutnya pun tak terlihat terurai hitam panjang. Saat SMA, dia menjadi salah satu primadona. Tak heran, banyak teman atau kakak kelas yang menginginkan menjadi […]

[Cerpen] Kemarahan Gentayu

Aku melewati pintu rimba hutan yang ditakuti para penduduk kampung. Menurut cerita yang kerapkali menyusup rongga telinga penduduk, hutan akan bersuka cita mengirimkan kabar kematian lewat angin di petang hari, saat mega merah gagah tampakkan keanggunan warna, ada pula yang menafsir sebagai waktu bergelimang darah.

[Cerpen] Boneka untuk Murni

Suara Mak Maemunah yang tipis melengking membuat Udin siaga. Dia menarik badannya supaya lebih tersembunyi di antara tumpukan kardus yang memenuhi separuh rumah singgah itu. Sedikit lagi, tinggal kutambahkan pita, lalu selesai. Udin bergegas merampungkan pekerjaaannya.

[Cerpen] Fate

  ‘Hati ini terlalu bertakhta untuk sebuah kehilangan’ (Eden Bridge) Ini dimulai dari yang namanya kehidupan. Sebenarnya aku tidak tahu dari mana mengawalinya, tapi sepertinya hidup itu dimulai dari sebuah pertemuan dan diakhiri oleh satu kesepakatan yang namanya perpisahan. Entah perpisahan untuk siapa dan kepada siapa? Mungkin, setiap manusia pernah mengalaminya, awal dari kehidupan. Pertemuan […]