Pura Tirta Empul, Wisata Religi di Bali

Tradisi berpadu dengan religi. Keharmonisan terlihatĀ  kala masyarakat Bali berduyun-duyun datang ke Pura Tirta Empul. Wisatawan mancanegara pun terpesona dan ikut melebur dalam ritual kesucian. Pura Tirta Empul, menyatukan berbagai kasta, suku, dan ras.

Bali merupakan pulau yang sarat dengan budaya. Objek wisata bertebaran untuk dipilih. Bagi penggemar pantai, hamparan pasir putih ada di sepanjang Pulau Dewata. Penggemar olahraga air juga dimanjakan oleh pantai di Bali. Keanekaragaman hayati lautnya tak kalah memesona. Pecinta seni akan betah berlama-lama di Bali. Mulai dari museum lukisan hingga pertunjukan tari, dapat kamu temukan di banyak titik.

Pemandangan alam Bali pun tak diragukan keindahannya. Bagaimana dengan agrowisata? Ada banyak perkebunan kopi sekaligus tempat ngopi yang asyik di Bali. Wisata di Bali tiada duanya, sampai-sampai turis asing lebih mengenal Bali dibanding Indonesia. Kali ini, saya akan menceritakan wisata Bali yang lain dari biasanya, yaitu wisata religi. Ya, ribuan pura terdapat di Bali. Oleh karena itu, mari kita mengenal salah satunya, yaitu pura yang bernama Pura Tirta Empul.

Pura Tirta Empul terletak di Jalan Tirta, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Pura Tirta Empul merupakan pura air terbesar dan tersibuk di Bali. Tirta Empul sendiri berarti air suci yang keluar dari dalam tanah. Sesuai namanya, Pura Tirta Empul merupakan tempat sembahyang umat Hindu. Di dalam pura ini terdapat beberapa pancuran yang dipercaya sebagai air yang dapat menyucikan tubuh (Pelukat).

Untuk masuk ke kawasan Tirta Empul, kita harus memakai kain panjang yang diikat ke pinggang (disebut kamen). Kamen adalah sarana sembahyang umat Hindu ketika memasuki pelataran sebuah pura. Jangan khawatir, kamen disediakan gratis. Tetapi kamu boleh berdonasi jika mau. Para turis asing yang masuk ke Pura Tirta Empul harus memakai pakaian yang sopan. Tentu saja bagian pinggang ke bawah juga ditutupi dengan kamen.

Bangunan Pura Tirta Empul dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala. Nistya Mandala sering pula disebut sebagai jabe sisi, yaitu bagian luar pura. Madya Mandala adalah bagian tengah pura. Madya Mandala mempunyai nama lain yaitu jabe tengah. Sedangkan Utama Mandala atau yang dikenal dengan istilah jeroan adalah bagian utama dari pura.

Ada berbagai aktivitas yang saya temui atau bisa dilakukan oleh wisatawan ketika mengunjungi Pura Tirta Empul. Apa saja aktivitasnya? Kita lihat yuk!

  1. Ritual Melukat

Melukat berasal dari kata sulukat yakni su yang berarti baik dan lukat yang artinya penyucian. Ritual ini berarti menyucikan diri untuk memperoleh kebaikan. Umat Hindu Bali menaruh sesaji dan berdoa terlebih dahulu di dekat pancuran. Lalu sesaji/persembahan tersebut (disebut canang) diberi dupa yang sudah dinyalakan dan diletakkan di atas pancuran. Setelah itu, mereka baru memulai ritual melukat dengan menyiram kepala, membasuh muka dan membasahi badan menggunakan air dari pancuran. Ritual dilanjutkan dengan berendam atau mandi di danau, sungai, laut atau tempat pemandian yang diyakini membawa berkah.

Nah, Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura yang ramai dikunjungi oleh masyarakat Bali maupun wisatawan asing untuk melaksanakan ritual melukat. Selain Pura Tirta Empul, melukat juga dilakukan di Pura Tanah Lot, Pura Ponjok Batu, dan pura lainnya. Di Pura Tirta Empul, saya melihat penduduk asli Bali datang silih berganti untuk menyucikan diri. Jumlahnya sama banyak dengan wisatawan asing baik dari India yang jelas beragama Hindu, maupun dari Eropa yang biasanya beragama Katolik atau Kristen.

Mereka semua tertib melakukan ritual melukat. Sama sekali tidak ada keriuhan seperti berdesak-desakan. Mungkin karena mereka menyadari sedang berada di tempat spiritual sehingga dapat antri dengan rapi. Mereka cenderung diam mengikuti plang instruksi yang tersedia atau arahan yang diberikan oleh pemimpin ritual melukat. Indahnya keberagaman yang penuh toleransi. Umat Hindu tetap bisa beribadah dengan tenang, meskipun Pura Tirta Empul menjadi lokasi wisata yang dibuka untuk umum.

Ritual melukat ini dilaksanakan di bagian Madya Mandala. Di sana terdapat kolam berbentuk persegi panjang dengan 30 pancuran yang berjejer. Setiap orang berjejer satu-satu di depan pancuran. Lainnya mengantri membentuk barisan vertikal ke belakang. Saat ke sana, saya enggak ikutan berendam di kolam Pura Tirta Empul. Sempat penasaran sih bagaimana kesegaran air di sana. Katanya, airnya sejuk ketika menyentuh kulit. Saking beningnya, saya bisa melihat dasar kolam yang penuh kerikil, sekaligus ikan-ikan kecil. Telapak tangan saya enggak tahan untuk memegang air tersebut. Dan benar, dingin dan terasa segar.

  1. Lempar koin

Kolam di Pura Tirta Empul enggak hanya ada satu, tapi banyak. Kolam yang paling besar berisi pancuran air suci yang digunakan untuk ritual melukat. Sementara kolam lainnya dipagari. Saya sempat melihat plang bertuliskan dilarang melempar koin di depan kolam-kolam kecil. Ternyata, banyak pengunjung yang asal memasukkan uang logam ke kolam di Pura Tirta Empul. Bukan saja mengotori kolam, tapi juga menodai kesakralan Pura Tirta Empul. Namun siapa sangka, kalau kamu masuk agak dalam, akan ada sebuah bejana kecil yang berisi air dan boleh melempar koin ke tempat tersebut.

Konon katanya, kalau kamu bisa memasukkan uang logam ke sana, maka permintaanmu akan terkabul. Awalnya saya meleset terus lemparannya. Begitu diberi tahu oleh suami mengenai teori fisika aerodinamika bla bla bla baru deh berhasil. Sampai turis asing dari India pada heran kok koin saya masuk. Padahal mah karena ada trik ilmiahnya. Hayo, kamu sudah tahu belum caranya? Pada akhirnya saya termasuk yang enggak percaya dengan hal begituan, karena ternyata ada teori fisikanya:D

  1. Memberi makan ikan

Ketika akan keluar dari Pura Tirta Empul, kamu akan menemukan kolam sangat besar yang berisi banyak ikan besar. Ikan Koi putih, oranye, merah, hidup dengan sehat di kolam tersebut. Ada beberapa wisatawan yang memberi makan ikan di sana. Saya sih enggak tahu boleh atau tidak. Tapi enggak ada plang larangan, jadi sepertinya boleh-boleh saja.

  1. Membeli souvenir

Tepat di seberang kolam ikan, ada stan souvenir. Yang dipajang adalah kerajinan tangan khas Bali. Mulai dari kain Bali, topi lebar untuk ke pantai, rajutan, patung atau hiasan dinding dari kayu dan masih banyak lagi. Terus terang, suvenir dari Bali itu unik, etnik, dan menggoda untuk dimiliki. Waspada dompet mendadak kosong ya.

  1. Menikmati camilan khas Bali

Sewaktu saya mengunjungi Pura Tirta Empul, ada seorang nenek yang berjualan di dalam pura. Ia membawa sebuah keranjang makanan. Suami saya membeli dagangan beliau. Ternyata isinya camilan. Yang satu kayak Nagasari, tapi isinya labu kuning diiris seukuran korek. Rasanya tentu saja enak. Saya enggak menyangka bahwa labu bisa dipadukan dengan tepung beras. Oh ya, Nagasari labu ini punya sebutan sendiri di Bali, yaitu Sumping Waluh.

Selain Sumping Waluh, ada juga Onde-onde. Kalau Onde-onde di Jawa kan isinya kacang hijau. Nah, Onde-onde yang saya makan ini berisi parutan kelapa yang diberi gula. Rasanya manis. Onde-onde isi kelapa juga punya sebutan lain di Bali, yaitu Pulung-pulung Ubi.

  1. Melihat Istana Tampak Siring

Ada yang istimewa di kompleks Pura Tirta Empul, yaitu keberadaan Istana Kepresidenan Tampak Siring. Istana ini didirikan oleh presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno. Pembangunannya memakan waktu hampir tiga tahun yaitu sejak 1957 sampai 1960. Seperti istana kepresidenan lainnya, Istana Tampak Siring digunakan sebagai tempat beristirahat presiden, keluarga presiden, maupun tamu negara yang sedang berkunjung ke Bali. Dari dalam area Pura Tirta Empul, saya bisa melihat sebagian bangunan Istana Tampak Siring.

Banyak juga ya aktivitas yang dapat wisatawan lakukan di Pura Tirta Empul. Tak hanya mengambil foto atau video saja. Tapi cobalah nikmati setiap keunikan dan kesakralan wisata religi di sudut Pura Tirta Empul.

Oh ya, harga tiket masuk ke objek wisata Pura Tirta Empul 15 ribu rupiah/ orang. Untuk menuju ke sana kamu bisa menaiki taksi atau mobil online. Bisa juga menyewa mobil atau motor yang dikendarai sendiri dari penginapan.

Apakah kamu tertarik untuk berwisata ke Pura Tirta Empul?

Ditulis oleh: Dian Farida Ismyama

Reviewer: Seno NS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *