Perempuan Berkerudung Hobi Naik Gunung? Let’s Go, Ladies!

Naik gunung memang salah satu hobi yang cukup ekstrem, selain panjat tebing, bungee jumping, ataupun surfing. Mengapa ekstrem? Karena kegiatannya cukup berbahaya, bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa. Tidak semua orang dapat melakukan kegiatan tersebut, apalagi memilihnya menjadi sebuah hobi.

Naik gunung merupakan salah satu hobi ekstrem yang sedang hits. Dahulu, orang yang hobi  naik gunung identik dengan  para pria berambut gondrong atau perempuan tomboi. Bahkan beberapa tahun yang lalu, masih sedikit kita jumpai perempuan berkerudung yang hobi naik gunung. Sekarang? Tidak hanya perempuan yang berkerudung saja tetapi perempuan memakai rok panjang pun sudah banyak yang menjadikannya sebagai hobi.

Menurut kamus besar bahas Indonesia, hobi diartikan sebagai kesenangan istimewa pada waktu senggang. Benar saja, bagi seseorang yang sudah hobi terhadap suatu kegiatan, ia akan rela melakukan apapun untuk memperoleh rasa senang itu. Begitu pula dengan perempuan berkerudung yang hobi naik gunung, mereka kemudian tidak merasa terbatasi oleh kerudung. Kerudung bukan menjadi halangan untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan tersendiri karena telah mencapai puncak tertinggi. Tapi memang harus diakui, pendaki perempuan berkerudung tidak semudah pendaki lain saat melakukan pendakian.

Saat mendaki gunung, sebaiknya menggunakan kerudung yang bahannya tidak mudah kusut. Untuk model kerudungnya? Pakai saja model kerudung yang simpel, bisa pakai model kerudung bergo instan atau model kerudung segi empat. Yang penting nyaman saat dipakai agar ketika perjalanan menuju puncak tidak terganggu oleh model kerudung. Enggak asikkan, saat fokus dengan tanjakan tiba-tiba harus membetulkan posisi kerudung?

Jika kamu tipe orang yang modis dan sangat memperhatikan penampilan, perlu juga memadu-padankan warna kerudung dengan warna baju. Biar tampak lebih serasi. Eh tapi, jangan membawa kerudung terlalu banyak. Kamu bisa menyiasatinya dengan model kerudung bolak-balik, yaitu kerudung yang kedua sisinya punya model berbeda sehingga bisa kamu gunakan bergantian seolah-olah memakai kerudung yang berbeda. Hahahhaa… Atau mau yang lebih simple? Pakai saja kerudung dengan warna netral, hitam atau abu-abu misalnya.

Sudah fitrahnya perempuan untuk tetap terlihat cantik, termasuk mereka yang hobi naik gunung. Pasti enggak mau kan, hasil foto di puncak tampak kucel. Ya, kan? Jangan lupa pakai pelembab dan bedak tipis, biar tetap tampak segar dan natural, tidak terlalu menor. Jika ingin pakai lipstik pakai jenis lipstik yang bewarna natural. Jangan lupa pakai lipbalm agar bibir tidak kering atau pecah-pecah. Satu lagi, penting enggak penting sih kalau yang ini, sunblock. Tujuan pemakaian sunblock agar kulit wajah tidak menghitam karena sinar matahari.

Kerudung bukan penghalang untuk perempuan yang hobi naik gunung (Dokumen Pribadi)

Orang yang hobi mendaki gunung harus menjaga ketahanan fisiknya dengan melakukan olahraga secara rutin. Saat mendaki, mereka harus mengatur ritme langkah, pernafasan, dan harus tahan terhadap udara dingin. Berbeda dengan laki-laki, perempuan memiliki ketahanan fisik yang cenderung lebih lemah dibandingkan dengan kaum adam. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk para perempuan yang hobi mendaki gunung, termasuk perempuan berkerudung, antara lain:

  1. Latihan Fisik

Latihan fisik sebagai bentuk persiapan sebelum naik gunung sangatlah penting, mengingat kegiatan pendakian merupakan kegiatan yang memerlukan banyak energi.

Pada saat mendaki gunung, semua kemungkinan bisa saja terjadi, medan perjalanan yang tidak mudah bahkan cuaca yang tiba-tiba tidak bersahabat. Dengan melakukan latihan fisik yang rutin, tubuh tidak akan terkejut jika tiba-tiba harus bekerja keras. Latihan fisik juga akan membuat tubuh terlatih dengan aktivitas fisik yang memeras energi.

  1. Perhatikan Siklus Haid

Sudah kodrat perempuan untuk mengalami haid. Jangan memaksakan diri untuk naik gunung jika sedang berada di masa awal siklus haid. Bukan apa-apa, tapi untuk kebaikan diri sendiri juga. Kenapa? Karena dikhawatirkan akan menganggu proses pendakian mengingat hobi ini memerlukan stamina yang optimal. Tidak sedikit juga diantara perempuan yang mengalami nyeri perut saat sedang haid. Jadi sebaiknya, pendakian dilakukan saat tidak haid. Perjalanan akan lebih menyenangkan.

  1. Perhatikan Asupan Makanan

Persiapan sebelum mendaki dengan memperhatikan pola dan asupan makanan sangat penting, selain latihan fisik. Makan makanan yang cukup dan bergizi sangat membantu untuk menjaga stamina. Kurangi makanan yang pedas dan berminyak, seminggu sebelum melakukan pendakian karena jangan sampai saat tiba pendakian perut  malah sakit. Pastikan sebelum mendaki gunung, kondisi tubuh sedang dalam keadaan sehat dan optimal. Jangan paksakan untuk melakukan pendakian jika badan kurang sehat karena saat mendaki tubuh harus terus bertahan saat menghadapi cuaca yang kemungkinan tidak bersahabat.

  1. Perlengkapan Obat Pribadi

Percaya tidak percaya, perempuan lebih rentan untuk terkilir ataupun kesleo karena terjatuh saat menaklukan medan. Membawa obat-obatan ringan sangat membantu jika hal yang tidak diinginkan terjadi, setidaknya untuk pertolongan pertama. Selain obat sederhana, wajib juga membawa obat pribadi. Obat alergi dingin, misalnya. Karena semakin mendekati puncak, cuaca akan terasa semakin dingin.

  1. Perlengkapan Dokumentasi

Nah, perlengkapan ini sayang jika terlewatkan. Selama pendakian akan selalu ada pemandangan indah yang sayang untuk tidak diabadikan, apalagi saat sudah berada di puncak. Petualangan selama mendaki gunung yang diabadikan pun akan menjadi kenang-kenangan yang tentu akan memberi kepuasan di masa yang akan datang. Terlebih tidak boleh mengambil apapun selama pendakian untuk dijadikan sebagai buah tangan ataupun kenang-kenangan. Cocoklah dengan slogan para pendaki: Dilarang mengambil apapun kecuali gambar.

Mereka yang hobi naik gunung mengakui bahwa melihat alam dari ketinggian ribuan meter di atas permukaan air laut selalu membuat takjub. Selalu membuat semakin yakin bahwa manusia di dunia ini sangatlah kecil. Sunset, sunrise, atau lautan awan menjadi pemandangan yang akan membayar lelah dan perjuangan menaklukkan medan berat selama pendakian. Semuanya terbayar lunas! Kamu, perempuan berkerudung hobi naik gunung? Yuk, kita bersyukur di ketinggian bersama! Gimana kalau long weekend besok? Let’s go!

Sumber: Dokumen Pribadi

Ditulis oleh: Yulia Hartoyo

Reviewer: Nurul Chomaria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *