Pengin Punya Hobi Membaca. Gimana ya, Caranya?

Kampanye-kampanye soal membaca sudah sering kita dengar ya? Banyak juga artikel-artikel yang berusaha menyebarkan pesan agar kita jadi doyan baca. Kadang-kadang, kita sampai merasa bosan dengan isi pesan yang disampaikan untuk kampanye gemar membaca. Ya, apalagi sih, selain membaca itu menjadikan kita makin pintar, berwawasan dan punya banyak ilmu? Sudah sampai hafal deh yang begitu.

Yang jadi masalah sebetulnya bukan kita tidak tahu manfaatnya, tetapi gimana caranya supaya membaca itu tidak membosankan atau bikin ngantuk.  Apalagi kalau baca buku referensi kuliah, duh … udah bahasanya njlimet, halamannya tebal dan isinya berat. Bukannya makin paham sama apa yang kita cari, justru makin pusing. Kalau gitu, kita coba aja cara ini aja, siapa tahu berhasil bikin kita hobi baca:

Pahami lagi manfaat membaca

Selain hal-hal yang sudah sering kita dengar—menambah pengetahuan dan membuat semakin pintar—membaca sebetulnya mempunyai manfaat lain yang tidak kalah menguntungkan. Sebuah artikel di kompas.com menyebutkan, membaca buku bahkan bermanfaat bagi kesehatan kita seperti menurunkan tekanan darah dan menimbulkan rasa damai. Membaca buku spiritual juga menambah ketenangan jiwa, sedangkan buku self-help dapat membantu orang-orang yang mempunyai gangguan mental ringan.

Laman manfaat.co menyebutkan bahwa membaca membuat kita mempunyai kemampuan menulis yang baik, hal ini dikarenakan bertambahnya kosakata yang kita miliki. Kosakata ini juga membantu kita dalam menyampaikan pendapat, kita lebih lugas dan jelas dalam merangkai kalimat-kalimat. Inilah yang membantu kita dalam berkomunikasi agar selalu bisa lebih meningkatkan kualitas komunikasi baik secara langsung maupun melalui tulisan.

Menumbuhkan Motivasi

Perlu banget untuk menemukan apa alasan kuat dibalik hobi membaca karena kalau nggak, ya percuma. Nanti malah enggak konsisten. Tapi, kira-kira apa alasan yang bisa membuat kita bisa memulai untuk rajin baca buku ya, kalau iming-iming jadi makin pintar dan berwawasan ini nggak manjur buat diri kita? Kita bisa coba dengan menuliskan alasan yang lebih personal.

Coba pikirkan, kira-kira hal-hal apa sih yang kita inginkan dari sebuah buku? Hiburankah? Pengetahuan? Atau hal apalagi? Motivasi yang lebih spesifik bisa membuat kita jadi makin paham bahwa sebetulnya ada kebutuhan yang kita punya. Jadi, kita melakukan bukan semata karena terpaksa melainkan sadar bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan.

Memulai dengan Mencari yang Sesuai

Setelah menemukan alasan dan motivasi yang kuat, langkah selanjutnya adalah memulai. Ini mungkin akan berat, tapi nanti kalau sudah terbiasa tidak akan menjadi lebih berat. Menemukan buku yang sesuai adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat sebuah awal sempurna mengundang kesukaan terhadap buku.

Jangan paksa diri untuk membaca sebuah buku yang isinya berat. Justru itu membuat kita malah makin menyerah menyelesaikan sebuah bacaan. Kalau memang butuh bacaan yang isinya cukup berat, jangan terburu-buru. Mulai dulu dari yang kita bisa senang dan pahami isinya supaya kita bisa merasa lebih semangat.  

Melatih Konsistensi

Memulai saja sudah sulit, apalagi konsisten ya? Makin sulit. Tapi, sulit itu bukan berarti enggak bisa. Cuma perlu waktu saja. Kalau sudah mulai memaksa diri untuk membaca, yang harus dilakukan selanjutnya adalah mencari cara agar bisa konsisten. Membangun konsistensi itu tidak bisa instan, butuh pengulangan berkali-kali. Jadi, kita wajib sabar.

Melatih konsistensi dapat dilakukan dengan membuat jadwal atau waktu khusus untuk membaca. Buat juga batas-batas yang jelas, misalkan dalam seminggu harus sudah membaca 20 halaman. Sehingga terlihat, dalam setiap harinya kita harus menghabiskan berapa lembar. Lakukan berulang sampai kita merasa bahwa target kita sudah tidak memberatkan dan terus naikkan target. Yakin deh, dengan begitu kita akan menjadi terbiasa.

Memberi hadiah dan hukuman terhadap diri sendiri juga bisa menjadi salah satu cara membangun konsistensi, loh. Misalkan saja, jika kita sudah bisa membaca sesuai target atau batas yang ditentukan, sediakanlah waktu untuk menonton film atau mencari camilan atau apapun yang kamu anggap menguntungkan. Jika kamu gagal mencapai target, lipat gandakan jumlah halaman supaya semakin paham bahwa konsisten itu sangat memudahkan kita.

Memanfaatkan kondisi tidak terduga

Kadang, yang membuat kita tidak terbiasa membaca buku adalah karena kita merasa tidak punya waktu luang. Apalagi, jika di siang hari aktivitas sudah cukup padat. Jadi, ketika sudah di rumah, rasanya sudah terlanjur capek dan malas untuk melakukan aktivitas yang berat. Ya, sebagian banyak yang merasa bahwa membaca itu hal yang berat ya. Kalau begini, sebetulnya masih ada cara loh, yaitu dengan memanfaatkan kondisi atau waktu-waktu yang tidak terduga.

Cukup bawa satu buku atau bacaan ketika pergi kemana pun. Di saat-saat seperti sedang mengantre, menunggu jemputan atau kendaraan umum, kita bisa memanfaatkan waktu untuk membaca. Sesekali, letakkan handphone dan gantilah dengan buku. Keduanya sama serunya kok, tapi tidak sama berbahayanya. Buku tidak membuatmu menatap layar sehingga tidak perlu mengkhawatirkan bahaya layar biru (blue light) yang bahkan dapat menyebabkan kerusakan retina hingga risiko terkena kanker.

Menemukan teman atau bergabung di komunitas

Kalau ingin hobi membaca kita betul-betul melekat kuat, cara ini bisa banget nih dilakukan. Coba pergi saja ke acara komunitas membaca atau menulis, di sana kita bisa bertemu dengan orang-orang yang menyukai buku. Kita akan tahu bagaimana rasanya mengobrol dengan orang-orang yang pengetahuannya luas. Kalau kita tidak membaca sebanyak mereka, kita akan tahu kok bahwa kita belum banyak tahu apa-apa. Kita akhirnya menjadi sadar bahwa pengetahuan itu sangat penting.

Yang kedua, lingkungan semacam di komunitas akan memberi arahan. Pasti dong, komunitas punya visi tertentu untuk berkembang, baik berkembang secara kelompok maupun tiap individunya. Nah, kalau sudah ada tujuan dan arah yang jelas, kita akan terbawa tuh. Hobi baca akan jadi kebiasaan yang mudah sekali kita lakukan.

Mengembangkan kemampuan

Kalau sudah melakukan cara-cara di atas tadi, kita harus menaikkan kualitas membaca kita nih. Supaya kita tidak sekadar membaca. Pasti kita perlu dong, memahami lebih dalam apa yang kita baca. Salah satu cara untuk memahami apa yang kita baca adalah dengan membaca secara efektif. Cara membaca ini dapat mengurangi kebiasaan membaca yang kurang penting dan kita dapat melatih diri untuk meningkatkan fokus terhadap apa yang ingin kita pahami.

Dari sebuah panduan yang dipublikasikan oleh University of Wolverhampton, teknik membaca secara efektif dapat dilakukan dengan 8 langkah berikut (bisa digunakan terutama ketika kita akan membaca buku referensi kuliah):

  1. Membuat reading list atau daftar bacaan. Daftar ini memuat dua macam bacaan, baik bacaan yang sifatnya diperlukan dan juga bacaan rekomendasi, missal buku best seller, saran dari teman dan lain sebagainya.
  2. Cari juga materi atau informasi tambahan (baik berupa buku lain, e-book atau artikel dan jurnal). Ini diperlukan untuk memperluas pengetahuan.
  3. Selektiflah dengan apa yang kita baca, karena kita tidak bisa membaca semua buku yang bertema sama. Jangan membuang waktu dengan membaca secara detail tanpa mengetahui relevansi bacaan yang kita temukan dengan apa yang kita butuhkan. Kita dapat melakukan survei lebih dulu dengan melihat daftar isi buku, daftar tabel, abstrak atau sinopsisnya.
  4. Membaca secara lebih detail dan kritis bisa juga dilakukan. Caranya adalah dengan membuat pertanyaan atau menentukkan pilihan berikut ini: Siapa penulisnya? Apa pendapat yang disampaikan penulis? Apa bukti yang digunakan penulis untuk memperkuat pendapatnya? Apakah kita setuju? Mengapa? Terakhir, bisakah kita menggunakan informasi tersebut?
  5. Buat catatan dengan hal-hal yang sudah kita temukan tadi. Itulah yang bisa kita gunakan untuk memahami apa isi dalam buku yang kita baca, lebih lanjut kita bisa menggunakannya untuk berkomunikasi, bekerja, dan bahkan menulis.
  6. Jangan lupa untuk beristirahat ketika membaca. Membaca selama 20-30 menit sudah cukup jika kita fokus
  7. Bacalah buku di tempat yang kita anggap nyaman. Ini akan mengurangi gangguan dan membantu kita berkonsentrasi.
  8. Strategi untuk memaksimalkan membaca secara efektif adalah: Survei, membuat pertanyaan, membaca, mengingat kembali dan membuat review.

Apakah sulit untuk memulai kebiasaan baik? Sepertinya memang begitu ya, tapi kalau sudah terbiasa kita bahkan tidak perlu memaksakan diri, bahkan bisa melakukannya tanpa berpikir panjang. Tidak ada yang mudah kalau kita tidak memulai. Begitu kan? Selamat membaca! []

Ditulis oleh: Hapsari Titi Mumpuni

Reviewer: Seno NS.

Sumber:

Skill Development Team University of Wolverhampton, 2014. Guide to Effective Reading. Diakses melalui https://www.wlv.ac.uk/lib/media/departments/lis/skills/study-guides/LS009-Guide-to-Effective-Reading.pdf

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/08/064300320/10-manfaat-mengapa-anda-harus-membaca-setiap-hari

https://manfaat.co.id/manfaat-membaca-buku

 

One thought on “Pengin Punya Hobi Membaca. Gimana ya, Caranya?

  1. Kegemaran membaca sebaiknya dilatih. Harus ada tujuan yang ingin dicapai dengan kegemaran membaca. Apalagi masih ekolah atau kuliah. Membaca harus menjadi menu harian. Tetapi, bagaimana caranya supaya kita suka membaca?

    Kegemaran membaca seharusnya ditumbuhkan sejak anak masih di bangku pendidikan. Katakanlah sejak di SD. Bahkam sejak di TK. Guru khususnya, harus membiasakan anak suka membaca. Orang tua juga bisa membantu menumbuhkan semangat membaca.

    Banyak cara untuk menumbuhkan semangat membaca anak. Yang diperlukan adalah realisasi untuk menumbuhkan minat baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *