Pendongeng Nasional: Inilah Teknik Mendongeng yang Saya Pakai

Begitu banyak buku dongeng bertebaran di toko, tapi jarang sekali diajarkan teknik mendongeng yang baik. Tidak imbang. Meskipun anak mampu membaca, tapi bukankah kemampuannya mencerna pesan yang tersirat dalam cerita dongeng masih belum sebaik orang dewasa? Memang bisa disiasati dengan cara dibacakan oleh orang tua, tapi kendalanya tidak semua orang tua mampu bercerita dengan baik. Sehingga meskipun buku-buku dongeng ini sampai ke tangan anak-anak seringkali ada hambatan untuk memahami pesan moral yang ada didalamnya.

Disinilah letak pentingnya memahami teknik mendongeng yang baik. Agar mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dalam cerita kepada anak-anak. Sehingga anak-anak dapat belajar dari kisah-kisah dongeng dengan cara yang mereka senangi.

Ketika sebuah dongeng dibawakan dengan teknik bercerita yang baik, pesan yang ada didalamnya akan mudah dicerna dan dipahami oleh anak. (Kak Adin, Pendongeng Nasional)

Hari akhad (10/9) kemarin Kak Adin Sang Pendongeng sharing ilmu teknik mendongeng di acara Temu Penulis Yogyakarta. Acara yang digelar setiap 2 minggu sekali ini selalu memberikan panggung kepada setiap anggota untuk sharing ilmu sesuai bidang kealiannya. Selain itu juga ada sesi bedah karya anggota dan sharing materi oleh pakar atau pembicara tamu. Dan, pada pertemuan kemarin giliran materi teknik mendongeng yang dipaparkan kepada para peserta TPY.

Menurut Kak Adin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendongeng. Mulai dari persiapan sebelum mendongeng, pembukaan, ice breaking, penggunaan media, cara bertutur, dan lain sebagainya. Beliau menjelaskannya secara sederhana dari awal sampai akhir dengan sesekali memberikan contoh-contoh.

Pembukaan perlu dilakukan untuk menarik perhatian dan menyiapkan anak. Teknik pembuka yang biasa saya pakai adalah dengan menggunakan suara-suara atau memperlihatkan ekspresi wajah memelas atau expresi lainnya yang bisa menarik perhatian. Kak Adin menerangkan.

Misalnya saja kita bisa menirukan suara sirine, binatang-binatang, atau suara lainnya untuk mengambil alih perhatian anak. Teknik seperti ini biasa dibawakan oleh pendongeng dari Yogyakarta. Karena ada beberapa pendongeng yang menonjolkan opening dengan teknik lainnya. Misalnya seperti pendongeng dari Jakarta yang menggunakan slide audio visual. Atau seperti teknik yang dipakai oleh salah satu pendongeng dari Aceh yang sering menggunakan alat-alat dapur sbagai sarana bercerita. Masih banyak teknik lain yang sebenarnya bisa jadi alternatif pilihan untuk membuka cerita yang kita sampaikan. Improvisasi kadang dibutuhkan dalam hal ini.

Teknik lain yang biasa digunakan Kak Adin untuk mengambil perhatian anak antara lain dengan menawarkan hadiah. Biasanya Kak Adin akan memilih anak dengan kriteria tertentu untuk mendapatkan hadiah darinya. Misalnya saja diberikan kepada anak yang duduknya paling depan, atau yang datang paling awal.

Saya selalu mengajak anak-anak berdoa terlebih dahulu sebelum mendengarkan dongeng yang saya bawakan. Setelah itu sejenak saya bawa mereka untuk mengingat kematian. Tujuannya agar mereka lebih menghargai hidup yang saat ini dirasakan. (Kak Adin, Sang Pendongeng)
Kak Adin menyampaikan pentingnya kekuatan suara-suara untuk menghidupkan karakter dan setting dongeng. Misalnya saja suara pintu yang dibuka, suara kendaraan, suara angin, dan juga pembedaan suara antara tokoh anak-anak, dewasa, perempuan dan orang tua. Dalam hal ini selain butuh pengamatan, juga butuh latihan. Dalam workshop pun biasanya butuh beberapa kali pertemuan untuk belajar teknik mengeluarkan suara karakter-karakter dalam dongeng. Bahkan Kak Adin menganjurkan untuk berlatih secara mandiri di rumah agar menguasai tekniknya.

Yang paling penting dalam mendongeng adalah kekuatan pesan yang akan disampaikan. Saya biasanya menyampaikannya ke anak-anak di akhir sesi dalam bentuk nyanyian, nasehat singkat atau peragaan adegan. Sebisa mungkin jangan sampai menyampaikan pesan secara detail berupa narasi yang terkesan menggurui. Karena akan terasa membosankan. Ungkap Kak Adin.

Pada prinsipnya cerita yang baik adalah yang disajikan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya, yang menawarkan solusi bagi permasalahan yang sering terjadi atau dialami. Untuk bisa mengetahui kebutuhan mereka, tentu perlu riset awal sebelum mendongeng. Ketahui dulu karakter pendengar, usia mereka, masalah di lingkungan mereka, dan hal-hal lain yang menarik perhatian mereka.

Begitulah teknik mendongeng yang sering dipakai oleh Kak Adin, Pendongeng Nasional yang jam terbangnya sudah sangat tinggi. Pernah mendongeng bahkan sampai ke luar negeri. Beruntung sekali bisa sharing bareng belajar teknik mendongeng langsung dari beliau. Bulan depan enaknya di forum Temu Penulis Yogyakarta sharing apalagi ya? 

Ditulis Oleh: Seno NS, Founder Blogerclass

10 thoughts on “Pendongeng Nasional: Inilah Teknik Mendongeng yang Saya Pakai”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *