[Cernak] ASYIKNYA MEMAINKAN GAMELAN

“Mbak Slenthem, ayo mulai mukul, jangan sampai ketinggalan!” teriak Pak Joko sambil memandangku dengan tajam. Teman-teman terkikik mendengar namaku berubah menjadi “Slenthem”. Wajahku memerah menahan amarah. Pak Joko, guru kelas karawitan memang sudah tua. Usianya lebih dari 65 tahun, namun semangatnya mengajar patut diacungi jempol. Tak sekalipun beliau absen dari kelas, walaupun dalam keadaan sakit. […]

Musik Kelas Bawah yang Kini Jadi Tren

Sayang, Apa kowe krungu jerite atiku, mengharap engkau kembali Sayang, Nganti memutih rambutku, ra bakal luntur tresnaku… Saya yakin, ketika membaca penggalan lirik lagu di atas, kebanyakan tidak hanya sekadar membaca. Meskipun dalam hati, pasti lirik tadi membuat kita menyanyikannya. Sudah jelas, lagu yang dibawakan Via Vallen—penyanyi dangdut koplo asal Jawa Timur—itu telah merajai pasar musik […]

[Cernak] Musik dari Desa

  Nong! Nong! Ning, Nong! Jehan menutup kedua telinganya. Dahinya berkerut. “Ibu, itu bunyi apa sih? Dadaku jadi ikut jeduk-jeduk,” kata Jehan sambil mendekapkan tangannya di dadab “Itu bunyi alat musik, Je. Namanya gamelan.” Ibu menunjuk pendopo. Tak jauh dari tempat mereka makan. Akhir pekan itu Jehan dan kedua orang tuanya menghabiskan waktu dengan menginap […]

Sihir Sebuah Musik dan Persoalan Cinta Remaja

Sebuah lirik lagu yang waktu itu paling hits jadi mars kangen-kangenan di masa SMA adalah lagunya Slank. Kalau enggak salah yang penggalan liriknya seperti ini: Terlalu manis untuk dilupakan Kenangan yang indah bersamamu Tinggallah mimpi…. Terlalu manis untuk dilupakan Jika kita memang tak saling cinta Tak kan terjadi, Diantara kita…. Para remaja yang hidup di tahun […]

[Cerpen} Permintaan Terakhir

“Siapa suruh kamu tidak menuruti ibumu?” Pisau yang kupegang kugerakkan lebih cepat. Bunyi tuk tak tuk pisau yang berhasil mencacah-cacah bawang merah beradu dengan talenan kayu berusia sepuluh tahun. Mulutku sengaja kukunci rapat-rapat. Jika tidak begitu, dapur akan menjadi arena perang mulut sebentar lagi. “Bawang merahnya mau seberapa banyak?” Cepat-cepat, arah pembicaraan pagi ini kualihkan. “Kalau […]

[Cernak] BERHITUNG BERSAMA TOKEK

“Ayo, dihitung sama ibu!” kata ibu sambil mendekap erat tubuh Banu yang mendingin. Tokek …. “Satu ….” Tokek …. “Dua ….” Ibu membimbing Banu supaya mau berhitung setiap tokek itu berbunyi. Banu hanya diam mematung sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggang ibu. Ibu merunduk memberikan pelukan terhangat ketika Banu dilanda kecemasan seperti saat ini. Sama seperti bertahun lalu, ketika ia mendengar […]