Merencanakan traveling? Ingat 7 tips ini!

 

 

 

 

Dalam setahun, ada 365 hari yang menunggu untuk dinikmati. Banyak yah! Dengan waktu sepanjang itu, lazimnya akan ada berbagai kegiatan dan program yang bisa dikerjakan. Sayangnya, untuk sebagian orang, alokasi waktu selama 365 hari dalam setahun lebih sering tersita oleh kerja, kerja, dan kerja.

Bayangkan jika dalam 365 hari itu, Bisa spare waktu untuk traveling. Pasti pikiran dan badan akan lebih segar setelahnya. Minimal tiga kali travelingdalam setahun atau jika terasa sulit, rencanakan dengan cara membuat dua program sekaligus, yakni bekerja dan traveling. Eeits, tunggu dulu, mau bilang nggak bisa ya? Atau mau ngomong kalau kegiatan yang begini hobinya pengusaha? Nggak kok! Semua orang dengan profesi apapun bisa menjadwalkan traveling berkali-kali, hanya dengan dua syarat, waktu dan fulus. Nah, mau tahu bagaimana caranya merencanakan traveling minimal 3x dalam setahun atau bahkan berkali-kali dalam setahun? Lanjut baca yuk.

 

 
1.    Siapkan agenda traveling di akhir tahun

Mau traveling murah tapi asyik? ya nggak bisa dong tanpa persiapan. Namanya murah dan asyik pasti perlu persiapan jauh-jauh hari.

Jadi, siapkan agenda traveling di akhir tahun. Lho kok akhir tahun? Iya, buat rencana traveling di akhir tahun, tapi eksekusi agenda ini di tahun berikutnya.

Caranya mudah, setiap akhir tahun, cari kalender untuk tahun depan. Lalu mulai jadwalkan tanggal berapa, bulan apa, akan traveling. Buat minimal 6 agenda traveling per tahun. Ya siapa tahu, ada kegiatan mendadak yang membuat perjalanan melancong itu batal.

Selanjutnya, tetapkan saat itu juga, mau traveling bertepatan dengan long weekend atau tidak. Jika yang pertama, maka perlu persiapan ekstra. Karena setiap long weekend, penggemar travelinglebih meningkat dari weekend yang biasanya.

Oya satu lagi, buat para lajang, membuat agenda traveling, memang nggak perlu musyawarah, tapi bagi traveler yang sudah berkeluarga, diskusikan dulu bersama pasangan, apa saja rencana traveling untuk keluarga 1 tahun ke depan.
 
2.    Kenali gaya traveling

Ini penting nih, kenali gaya traveling-mu. Kenapa? Karena kemana pun tujuan traveling-nya sangat bergantung dengan gaya si traveler.

Sudah berniat untuk traveling ke daerah pesisir atau kepulauan, tapi kena panas langsung pusing, kena air laut langsung iritasi, ya jangan memprioritaskan ke laut.

Begitu juga sebaliknya, mau piknik ke daerah pegunungan, tapi alergi dingin akut. Hawa dingin langsung membuat kulit gatal-gatal. Kulit bengkak. Flu. Hipotermia. Duh, ya nggak usah ke gunung deh! Bisa kacau dong agenda traveling-nya. Memang gaya traveling ini bergantung sekali dengan dua hal, fisik dan kantong.

Untuk  yang pertama, yaitu kondisi fisik. Traveler harus mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisik. Apalagi bagi mereka yang melancong bersama keluarga, membawa bayi, batita, atau balita, ini sudah pasti membutuhkan fisik yang tahan banting. Intinya, kalau badan sehat, kuat, dan jarang sakit. Berarti ketahanan tubuh oke, sudah siap jika saat traveling nanti bertemu dengan segala situasi di luar dugaan.

Selain itu, gaya traveling ini juga berhubungan dengan biaya. Kalau gaya traveling cenderung seperti seorang backpacker, maka budget bisa sangat minimal. Tapi, jika lebih mirip flashpacker, yang fokus pada experience-oriented maka traveler nggak perlu terlalu berhemat dengan budget. Atau malah gayanya setingkat turis, yang royal dan nggak mikir budgetsama sekali,ini sih yang paling gampang, tidak butuh persiapan yang terlalu detil dan lama.

Mengenali gaya traveling ini cukup krusial ya, terutama untuk menyesuaikan kesehatan fisik sekaligus kondisi kantong. Serius. Karena ketika sehat, mau naik kereta ekonomi, bis ekonomi, atau moda transportasi lainnya yang low budget, perahu sampan misalnya, badan tetap oke-oke saja. Apalagi jika rencana traveling-nya bergaya estafet, sekali jalan empat sampai lima pulau terlewati, nah ini butuh kondisi fisik yang prima.
 
3.    Rencanakan kegiatan bersama

Kegiatan bersama yang seperti apa sih? Seperti kumpul keluarga bersama atau kumpul komunitas. Kegiatan semacam ini bisa jadi ajang travelingkeroyokan. Arisan keluarga di pantai. Rapat di kawasan pegunungan. Outing di perkebunan. Duh, enaknya.Yang pasti, kegiatan bersama seperti ini lebih low cost, karena bisa ditanggung bareng. Tapi tetap full experience. Kelebihannya lagi, lebih rame, saling silaturahmi, dan kegiatan lebih bervariasi. 
 
4.    Nabung, nabung, nabung

Kalau yang ini sih wajib ya. Untuk apa sih nabung? Banyak dong. Untuk beli tiket transportasi, beli bensin jika bawa kendaraan pribadi, bookinghotel, masuk ke area wisata atau wahana permainan, uang bekal, dll. Jadi kalau nggak nabung, biaya traveling dari mana coba? Jatuh aja gitu dari langit? 
 
5.    Rajin mengintip medsos

Salah satu tips pamungkas traveler yaitu rajin-rajin cari referensi. Baik itu di medsos atau media lainnya. Memang yang paling sering memberi info terkait traveling adalah media sosial. Ada berbagai info di sana. Dari open trip, diskon tiket kereta atau pesawat, promosi hotel, dll.

Oya jangan lupa juga, jadwalkan buka  semua lapak tiket, market place seperti booking.com, tiket.com, traveloka, trip advisor, dan semacamnya. Market place seperti ini penting banget buat membantu kita merencanakan perjalanan.
 
6.    Ikut komunitas traveler

Kenapa sih harus ikut komunitas traveler? Emangnya penting? Penting sih, terutama bagi traveler pemula, yang masih nge-blank, bingung, dan belum punya cukup referensi berbagai tempat traveling. Contoh, tinggal di Yogya tapi belum tahu kalau di Kulon Progo ada tempat wisata kece, murah meriah, dan dikejar wisatawan domestik dari berbagai daerah. Nah, cobain deh, nge-camp di area itu atau booking homestay milik warga.

Traveling bukan berarti harus pergi jauh-jauh, naik pesawat berjam-jam, atau naik kapal berhari-hari, jelajahi saja area-area baru di sekitar kita yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Manfaat lain dengan mengikuti komunitas traveler adalah banyak sekali info-info berharga yang kita dapat. Promosi tiket, promosi hotel, promosi tempat wisata, dll. Yah, namanya juga komunitas jalan-jalan, berarti anggotanya memang hobi setingkat maniak sama jalan-jalan, ibaratnya toko, komunitas ini adalah toko palugada (apa aja yang lu mau gue ada) untuk para traveler. Jadi, jangan ragu untuk gali informasi di komunitas ini ya.
 
7.    Mindset

Mindset kok dibawa-bawa. Eeeits, jangan salah, mindset itu intinya. Karena untuk traveler pemula yang memang jarang jalan-jalan, sekalinya ada yang bilang,

“Ngapain traveling, buang-buang uang aja…”

Langsung deh jadi baper, jiper, terus manyun sendirian, dan rencana jalan-jalan batal. Kasihan kan. Jadi, pastikan mindset-mu in the right track. Sebelum merencanakan traveling, tanyakan ke diri sendiri, apa niat dan tujuan traveling kita. Untuk silaturahmi, cari ilmu, wawasan, pengalaman, hanya refreshing, atau sekadar keren-kerenan?
            Nah, itu tadi beberapa tips merencanakan traveling. Jika sesuai dengan tulisan di atas, berarti tahun depan tinggal hitungan hari nih, bisa dong mulai direncanakan mau kemana saja tahun depan. Karena, ada pepatah yang bilang, better to see something once than to hear about it a thousand times. Semua pengalaman itu harus dirasakan langsung, dilihat, dipegang, bukan hanya didengar. Begitu juga dengan traveling, rencanakan, pergi, dan nikmati.
 
Happy feet! Happy traveling!
Ditulis oleh: Wahyu Mardatillah.


 
 
Baca Juga:   Cinta: Ada Apa Dengan Kita?

7 thoughts on “Merencanakan traveling? Ingat 7 tips ini!

  1. travelling sama jalan itu sama atau beda ya?

    kayaknye beda deh.
    karena ada biro travelling enggak ada biro jalan-jalan

    ada quote, "kita jalanin dulu" tapi enggak ada quote, "kita travellin aja dulu"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *