Mengenal Pasar, Yuk!

Kata ‘pasar’ mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Karena setiap hendak membeli bahan-bahan untuk memasak, kebutuhan dapur ataupun kebutuhan keluarga, pasti kita mendatangi pasar. Lalu, supermarket itu apa? Eit, itu pasar juga. Keduanya memang sama. Karena sebenarnya, pasar itu ada dua jenis, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Nah, kali ini kita  akan membahas seputar pasar–baik tradisional maupun modern.

Cerita pasar sudah ada sejak zaman pra sejarah. Pada masa itu, dalam memenuhi kebutuhannnya, manusia melakukan sistem barter. Yaitu usaha mendapatkan barang dengan cara menukarkan barang satu dengan barang yang lainnya. Seiring perkembangan jaman, sistem barter ini berkembang secara luas. Namun, proses penukaran barang tersebut menimbulkan masalah tempat. Hal ini berkaitan erat dengan jarak dan waktu tempuh. Semakin dekat jarak pertukaran, maka akan semakin memudahkan memindahkan barang-barang. Lambat laun, terbentuklah sebuah tempat pertukaran barang-barang yang tidak jauh dari kediaman mereka. Tempat inilah yang kemudian disebut dengan pasar. Setelah manusia mengenal nilai tukar berupa uang, maka proses tersebut disebut dengan transaksi jual-beli.

Pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli. Para konsumen datang ke pasar untuk berbelanja. Seorang ahli pemasaran, William J. Stanton mengemukakan pengertian pasar yang lebih luas. Menurutnya, pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi, dalam pengertian tersebut terdapat faktor-faktor yang menunjang terjadinya pasar, yaitu: keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian.

 

Dalam buku ekonomi yang pernah saya baca, pasar mempunyai sekurang-kurangnya tiga fungsi utama, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sebagai fungsi distribusi, peranan pasar sebagai penyalur barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui transaksi jual-beli. Sebagai fungsi pembentukan harga, di pasar inilah penjual yang melakukan permintaan harga dari barang-barang. Sebagai fungsi promosi, pasar juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dari produsen kepada calon konsumen.

Dewasa ini, karena kemajuan zaman kita bisa menemukan jenis pasar yang lain. Kalau dulu mungkin sebuah pasar berada di ruang terbuka, saat ini bisa di dalam gedung. Jadi, pada intinya, toko-toko atau mal-mal yang sering kita kunjungi, itu juga termasuk pasar. Sebutannya adalah pasar modern. Kalau ada pasar tradisional, tentu ada pasar modern, kan? Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Berikut ini saya mencoba memaparkan perbedaan antara pasar tradisional dan pasar modern, antara lain:

 

Pasar Tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat bertemu para penjual dan pembeli dengan transaksi secara langsung. Di pasar ini, antara penjual dan pembeli biasanya melakukan tawar-menawar. Bangunannya, biasanya terdiri dari kios-kios, los dan dasaran terbuka yang dibuat oleh penjual atau pengelola pasar. Barang-barang yang dijual pun, kebanyakan berupa kebutuhan sehari-hari seperti: buah, sayur-mayur telur, ikan, daging, kain, pakaian, dan lain-lain.

Kelebihan dari pasar tradisional ini adalah harga barangnya yang terjangkau, tempatnya cenderung luas, dan merupakan salah satu pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah. Tetapi selain kelebihan, pasar ini juga memiliki kelemahan, di antaranya, biasanya lokasi kurang bersih, apalagi kalau di ruang terbuka lalu hujan. Selain itu, pasar bisa disusupi oknum-oknum yang mempunyai niat jahat, misalnya pencuri atau pencopet.

Pasar Modern

Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun di pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung. Pembeli melihat label harga yang tercantum pada barang dan harus menyetujuinya. Biasanya pasar modern berada dalam bangunan permanen dengan pelayanan secara mandiri atau oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan seperti: buah, sayuran atau daging, adalah barang yang dapat bertahan lama. Biasanya dalam bentuk kemasan. Kelebihan dari pasar ini adalah barang yang dijual lebih dijamin kesehatannya dan tempat belanja yang nyaman. Sedangkan kekurangannya, pembeli tidak bisa menawar harga, sehingga biasanya tak ada komunikasi antara penjual dan pembeli. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan (supermarket), dan minimarket.

Demikianlah ulasan sekilas tentang pasar. Sekarang kita jadi tahu apa dan bagaimana pasar itu. Kita bisa berbelanja di mana saja sesuai keinginan, pasar tradisional atau pasar modern. Salah satu yang harus kita perhatikan dalam bertransaksi aalah kenyamanan.  Interaksi dan komunikasi langsung antar penjual dan pembeli, dipercaya bisa juga menciptakan kepuasan dan kenyamanan saat kita berbelanja. Semuanya tergantung bagaimana kita menjalaninya, bukan?*)

Ditulis oleh: Redy (dari berbagai sumber)

Reviewer: Jack Sulistya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *