Kenapa yang Tidak Makan Ikan Harus Ditenggelamkan, Sih?

Berbicara soal Menteri yang populer di sosial media, pasti kita bisa menebak bahwa Susi Pudjiastuti memang menjadi sosok yang paling sering dibicarakan. Sejak awal dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi memang sudah menjadi sorotan publik. Penampilannya yang nyentrik, badan bertato hingga kebiasaannya merokok menjadi perhatian banyak orang. Meskipun demikian, kebiasaan merokok tidak membuat Bu Susi mendapatkan penilaian buruk. Beberapa kebijakannya justru menuai pujian dari masyarakat.

Kebijakan menenggelamkan kapal ikan pencuri di laut Indonesia juga dinilai sebagai sebuah langkah heroik. Semenjak menegakkan aturan penenggelaman kapal hingga tahun 2017 lalu, terhitung sudah 132 kapal ditangkap dan ditenggelamkan. Penemuan kapal yang layak dijatuhi hukuman penenggelaman ini, didapat dari pemeriksaan sebanyak 3.727 kapal yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)1.

Meskipun belakangan, kebijakan Bu Susi yang satu itu sempat menghadapi kontroversi –setelah Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan memintanya untuk menghentikan penenggelaman kapal pencuri­­–, tetapi Bu Susi tetap dengan pendiriannya. Saat ini, beliau juga tidak kehabisan cara untuk memberikan perhatian unik terhadap sektor perikanan dan kelautan. Salah satu bentuk perhatiannya disampaikan melalui video berdurasi 34 detik yang diunggah melalui akun twitter @kkpgoid.

Dalam video tersebut, Bu Susi mengatakan akan menenggelamkan siapa saja yang tidak makan ikan. Imbauan konsumsi ikan ini dikarenakan kandungan gizi yang terdapat dalam ikan. Jika dibandingkan dengan sumber protein seperti daging ayam atau sapi, ikan memang memiliki kandungan protein dan omega-3 yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diharapkan konsumsi ikan dapat membuat warga Indonesia sehat dan cerdas.2

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) yang dimuat dalam teks publikasi HARKANNAS (Hari Ikan Nasional) tahun 2017 oleh Kementrian Kesehatan, konsumsi protein hewani nasional masih terhitung rendah dibanding dengan protein nabati. Sedangkan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia dapat terhambat karena rendahnya konsumsi protein hewani. Protein hewani, terutama yang terkandung dalam ikan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan. Selain mengandung protein, ikan juga diperkaya dengan kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan asam lemak omega 3, 6, serta 9.3

Kalau kita coba sedikit menyambungkan dengan kekayaan perikanan Indonesia, yang mempunyai wilayah perairan yang lebih luas dibanding wilayah daratan, tentu sumber daya yang tersimpan di perairannya begitu besar. Potensi sumber daya perikanan Indonesia diperkirakan mencapai 6,4 juta ton per tahun untuk potensi lestari (Maximum Suistanable Yield/MSY), sedangkan besar potensi yang dapat dimanfaatkan (allowable catch) adalah sebesar 5,12 juta ton per tahun atau terhitung sebesar 80% dari MSY.4

Jika melihat dari segi keanekaragamannya, ada 3.000 jenis ikan yang hidup di Indonesia. Sepuluh persen dari jenis ikan tersebut merpakan ikan air tawar dan payau, sedangkan 90% atau sebanyak 2.700 jenis adalah ikan yang hidup di perairan laut. Dari data potensi dan banyaknya jenis ikan yang kita punya, maka bisa dipastikan bahwa masyarakat Indonesia punya banyak pilihan ikan untuk dikonsumsi.5 Dari banyaknya jenis ikan tersebut, coba kita kupas beberapa jenis ikan yang populer dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kira-kira seberapa besar nilai gizi dan manfaatnya bagi kesehatan?

  1. Ikan Lele

Ikan lele memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungannya. Alasan inilah yang menyebabkan ikan yang berasal dari benua afrika ini mudah dijumpai dan diterima masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya enak dan harganya murah, lele memiliki kandungan protein sebesar 17,7 %, lemak 4,8%, mineral 1,2% dan air sebesar 76%. Lele juga mengandung dua senyawa penting yang diperlukan dalam masa pertumbuhan yaitu Leusin dan Lisin. Leusin berperan penting dalam pembentukan dan perombakan protein otot, sedangkan lisin sangat penting karena dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan.6

  1. Ikan Tongkol

Siapa yang tidak kenal ikan tongkol? Ikan yang sangat mudah kita jumpai ini rasanya gurih dan lezat. Tidak heran banyak yang memilih ikan ini jadi lauk andalan dipadukan dengan sayur dan sambal. Ternyata ikan ini sangat cocok dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Kandungan asam lemak omega-3 bisa membantu mengurangi tekanan darah, kombinasi asam lemak omega-3 dengan potassium dan vasodilator dapat menurunkan tekanan darah sehingga dapat mencegah serangan jantung dan stroke. Ikan tongkol juga bagus dikonsumsi oleh penderita anemia karena kandungan vitamin B dan zat besi dapat membantu pembentukan sel darah merah.7

  1. Ikan Teri

Meskipun ukurannya kecil, tapi jangan salah, manfaat ikan teri bagi kesehatan ternyata cukup besar. Ikan yang biasa dijual dalam kondisi kering ini, memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium dan fosfor. Dalam setiap 100 gram ikan teri terdapat 2381 mg kalsium. Apalagi, kita cenderung memakan ikan ini beserta dengan tulangnya. Karena kandungan kalsiumnya, ikan ini baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Ikan teri juga dapat dikonsumsi secara rutin untuk mencegah osteophorosis atau pengeroposan tulang karena kandungan vitamin D yang ada dalam tubuhnya.8

  1. Ikan Bandeng

Seperti banyak ikan jenis lain, bandeng juga mengandung protein dan omega-3. Ikan bandeng cukup familier dan bisa dibuat menjadi berbagai olahan seperti pepes, bakso bandeng, sup ikan dan juga bandeng presto. Kandungan vitamin A sebesar 150 IU dalam 100 gram daging bandeng sangat baik untuk mencukupi kebutuhan vitamin A harian. Selain itu, kandungan vitamin A juga diketahui baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata serta mencegah gangguan kesehatan pada mata.9

Selain jenis ikan di atas, beberapa bahan yang berguna bagi kesehatan manusia juga ditemukan pada ikan jenis lain. Pertama, Selenium yang diketahui dapat mencegah beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung dan penuaan. Kandungan Selenium ini ditemukan dalam ikan terbang. Ada juga vitamin B1 yang terkandung dalam ikan mas mampu mencegah radang mulut dan lidah, herpes, pembengkakan dan stress. Pencegahan penyakit gondok juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi ikan karena pada jenis ikan laut terdapat kandungan yodium.10

Ada satu alasan lain yang sebetulnya tidak kalah penting, ikan merupakan bahan makanan yang sangat baik, dibuktikan dengan tidak ada agama manapun yang mengharamkan ikan. Bahkan dalam agama Islam, pengecualian bangkai yang boleh dimakan adalah bangkai ikan. Jadi, keputusan Bu Susi menenggelamkan siapa saja yang tidak makan ikan sangat masuk akal ya? Sudah jelas ikan adalah sumber daya yang melimpah dan bernilai gizi tinggi. Tapi tenang, itu hanya celetukan unik supaya imbauan untuk makan ikan bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Nah, sekarang kalau sudah tahu alasan-alasan kuat kenapa perlu makan ikan, apakah masih belum mau makan ikan? Kalau saya sangat suka makan ikan, tapi tetap siap kalau ditenggelamkan. Nanti saya sekalian pakai wetsuit dan SCUBA (Self-contained Underwater Breathing Apparatus), lihat keindahan terumbu karang di laut Indonesia. Duh, kebayang asyiknya!

Ditulis oleh: Hapsari Titi Mumpuni, S. Kel.

Reviewer: Seno NS

Sumber :

  1. https://www.merdeka.com/uang/sepanjang-2017-sebanyak-127-kapal-sudah-ditenggelamkan.html
  2. https://kumparan.com/@kumparannews/pesan-susi-pudjiastuti-yang-tidak-makan-ikan-saya-tenggelamkan
  3. Publikasi “Ayo Makan Ikan” oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tanggal publikasi: Senin, 31 Juli 2017. Dapat diakses di kemkes.go.id
  4. http://www.eafm-indonesia.net/public/files/penelitian/5ae09-POTENSI,-PRODUKSI-SUMBERDAYA-IKAN-DI-PERAIRAN-LAUT-INDONESIA-DAN-PERMASALAHANNYA.pdf
  5. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2015/02/IKAN-UNTUK-KETAHANAN-PANGAN-DAN-GIZI-NASIONAL-Bag-II.pdf
  6. Anas Ubadillah dan Wikanastri Hersoelistyorini, 2010. Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Nugget Rajungan dengan Subtitusi Ikan Lele (Clarias gariepinus). Jurnal Pangan dan Gizi Vol 01 No. 02.
  7. https://lifestyle.okezone.com/read/2017/04/27/481/1677919/wow-rutin-makan-ikan-tongkol-lindungi-kesehatan-jantung
  8. http://duniaikan.com/manfaat-ikan-teri/
  9. https://manfaat.co/manfaat-ikan-bandeng.html
  10. Ghufran H. Kordi K., 2015. Pengelolaan Perikanan Indonesia. Pustaka Baru Press: Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *