Jalan-Jalan Ke Laut, Siapa Takut?

Setiap orang suka menikmati keindahan alam. Pemandangan alam yang menghampar bisa dijadikan sarana untuk refreshing sehingga memberi tambahan energi baru. Itulah mengapa, menikmati keindahan alam bisa dijadikan salah satu alternatif tujuan wisata.

 Laut atau pantai merupakan salah satu bentuk wisata alam. Keduanya sama-sama mempunyai  air yang melimpah ruah dan ombak. Namun antara laut dan pantai tetaplah berbeda. Jika pantai, pasti merupakan laut. Namun laut belum tentu pantai. Apa yang membedakan keduanya?  Pantai selalu mempunyai hamparan pasir sehingga orang bisa bermain ombak di bibir laut sesuai dengan tingkat kedangkalan menjoroknya dataran yang menyatu ke laut. Nah, sudah lebih jelas ya perbedaannya.

Bagi Anda yang mempunyai hobi melakukan wisata laut atau pantai, tips-tips berikut wajib diketahui supaya perjalanan wisata lebih menyenangkan ;

  1. Tentukan tujuan wisata. Sama-sama mau main air, tentukan tujuan ‘sampingannya’ dulu. Apakah hanya untuk menikmati ombak, bermain di pinggir pantai, berlayar dengan perahu, atau sampai hendak menyelam ?. Dengan merinci tujuan-tujuan ini, akan lebih mudah menentukan laut atau pantai mana yang hendak dituju.
  2. Kenali sekilas lokasi tersebut. Cari informasi sekilas tentang lokasi ini via internet. Kalau perlu baca pengalaman wisatawan yang pernah ke sana dengan membaca beberapa akun blog. Traveler blogger biasanya akan memaparkan sebuah lokasi wisata secara mendetail, termasuk bagaimana sampai ke lokasi dengan melewat jalan terdekat, serta barang yang seharusnya dibawa, jumlah minimal uang yang perlu dibawa bahkan ada juga yang menyertakan beragam larangan ketika di lokasi.

Pengetahuan tentang lokasi juga akan meningkatkan keamanan bagi pengunjung. Misalnya informasi tentang adanya rip current atau arus balik yang mempunyai kecepatan 80 Km/jam sehingga menyebabkan beberapa pengunjung terseret arus dan dinyatakan hilang di pantai Parangtritis, Yogyakarta. Dengan mengetahui seluk-beluk dan ciri-ciri rip current bisa meningkatkan kewaspadaan pengunjung sehingga lebih terjaga keamanannya.

  1. Pahami dan patuhi tanda peringatan. Nah, ini yang paling penting. Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Semua peraturan pasti untuk kebaikan, keamanan dan kenyamanan bersama. Lihatlah rambu-rambu yang terpasang. Jika ada tanda simbol bahaya (ada papan yang bertuliskan DANGER), menjauhlah dari situ. Demikian juga jika ada larangan untuk berenang pada batas-batas tertentu. Biasanya hal ini ditandai dengan pemasangan bendera secara berjajar di tengah laut.

Demikian juga ketika kita hendak menyelam. Patuhi aturan yang melarang pengunjung untuk memegang terumbu karang, atau mengambil benda-benda yang ada di dasar laut. Perlu diketahui bahwa terumbu karang itu makhluk hidup yang bertumbuh. Jika disentuh bisa menyebabkan rusaknya permukaan terumbu yang lambat laun bisa mematikan terumbu tersebut. Nah dengan alasan tersebut, janganlah kita hanya memuaskan kesenangan namun dengan merusak ekosistem yang telah ada.

Setelah kita mengetahui sekilas tentang lokasi tersebut, sekarang tinggal melakukan persiapan sebelum berangkat. Layaknya pasukan hendak bertempur, jika kita sudah mengenali medan dan mempersiapkan persenjataan, niscaya akan menang. Begitu pula dengan acara refreshing. Walau hanya sekedar jalan-jalan, jika dipersiapkan dengan matang, hasilnya pun bisa luar biasa dan meminimalkan rasa kecewa.

Lalu, apa saja yang perlu dibawa saat kita hendak jalan-jalan ke laut atau pantai?

  1. Tas tahan air (resistant bag). Ini patut dipertimbangkan supaya barang bawaan kita tidak basah kalau terkena air. Jika tas tipe ini tidak punya, bisa juga dengan membungkus semua perbekalan dengan plastik, baru dimasukan ke dalam ransel. Yang lebih penting lagi, bawalah ziplock bag (plastic bening kecil yang ada rekatan di atasnya, biasanya untuk tempat obat), untuk menyimpan HP/kamera sehingga tidak basah walau kita main air dengan bebasnya. Rasanya sayang jika sudah sampai ke laut, kita tidak membawa HP sehingga tidak dapat mengabadikan momen yang indah ini.
  2. Pakaian ganti berbahan katun. Suatu konsekuensi logis, jika kita main air akan basah. Jangan sampai kita hendak berwisata ke laut/pantai, namun tanpa membawa baju ganti. Nanti malah kita akan berkeliling toko suvenir untuk membeli baju dalam keadaan basah kuyup. Apapun yang akan dilakukan, tetaplah membawa baju ganti jika hendak pergi ke laut/pantai. Pilih pakaian yang berbahan katun sehingga bisa menyerap keringat dan nyaman dipakai.
  1. Alat mandi. Setelah berbasah-basah dengan ombak, tubuh akan terasa lengket karena penuh dengan keringat dan juga pasir yang menempel. Sebelum meninggalkan lokasi, bersihkan diri terlebih dahulu sehingga keringat dan pasir yang melekat bisa terbilas. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan, tubuh pun akan kembali bugar setelah berkotor-kotor ria.
  2. Camilan dan minuman secukupnya. Di tempat wisata, biasanya makanan harganya berkali lipat. Lebih baik membawa sedikit makanan dari rumah. Sehingga bisa untuk ‘mengganjal’ perut dan acara makan pun bisa tertunaikan setelah kita benar-benar puas menikmati suasana laut/pantai. Jika kita pergi tanpa bekal, dimungkinkan kita harus hilir mudik antara area pantai dengan tempat menjual makanan. Ini sangat memboroskan waktu dan tenaga.
  1. Obat pribadi. Walau tampak sepele, mending membawa obat pribadi untuk berjaga-jaga. Misalnya obat turun panas/anti nyeri, mual dan diare. Untuk sebagian orang, hawa pantai yang sangat semilir bisa menyebabkan masuk angin.
  2. Tabir surya/sunblock. Sebelum berjemur dan bermain air, oleskan tabir surya di area tubuh yang terbuka. Sinar matahari memang menyehatkan, Namun paparan di atas jam 9 sudah tidak menyehatkan lagi. Bawalah tabir surya dengan minimal SPF 15 untuk melindungi kulit. Pilih tabir surya yang mengandung proteksi terhadap UVA dan UVB, sehingga warna tubuh tidak belang-belang setelah bermain di pantai/laut.
  3. Tikar lipat berbahan plastik. Ini untuk persediaan jika di lokasi, kita tidak kebagian tempat duduk yang telah disediakan pihak pengelola. Selain itu, dengan tikar lipat, kita bisa bersantai di tempat yang sesuai dengan kehendak kita. Apalagi tikarnya berbahan plastik, dijamin barang bawaan dan pakaian yang kita kenakan tidak bakal basah walaupun terhampar di pasir yang lembab.
  4. Payung/topi dan kaca mata hitam. Payung atau topi jelas, gunanya untuk melindungi diri dari sengatan matahari. Sedangkan kaca mata hitam atau sunglasses, kita gunakan untuk kenyamanan ketika menatap laut walaupun di bawah terik matahari yang menyengat.
  5. Sandal jepit. Hamparan pasir lebih enak diinjak dengan bertelanjang kaki. Namun seiring matahari merangkak naik, pasir pantai akan menjadi pans. Sandal jepit merupakan satu-satunya alas kaki yang aman di pakai. Karena bebas terkena air sekaligus bisa melindungi telapak kaki dari pasir yang tersengat matahari.
  6. Kantung plastik. Nah ini yang sangat berguna untuk membungkus pakaian kita yang basah sebelum masuk ke tas. Kantung ini pulalah yang berguna untuk menyimpan sampah-sampah yang berserakan setelah kita menikmati bekal. Usahakan jangan sampai meninggalkan sampah di tempat wisata, selain mengurangi keindahan, bisa juga mengganggu pengujung lain.

Nah, semua persiapan sudah dilakukan, silahkan menikmati wisata laut/pantai dengan menyenangkan ya.

Ditulis oleh: Nurul Chomaria

Reviewer: Yulia Hartoyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *