Ibu-ibu, Fesbukan Yuk

Sumber gambar: dakwatuna.com   
Hari gini, siapa sih, yang nggak tahu Facebook?  Meski masih mungkin tidak memiliki akun-nya, tapi minimal pasti pernah dengar, kan?
 
Situs jejaring sosial ini sejak mulai dirilis di bulan Februari 2004 makin melesat jumlah pemakainya.  Tak terkecuali di Indonesia, yang mengalami happening Facebook di tahun 2008, dan kemudian menjadi tren di masyarakat kita.
 
Namun kemudian banyak bermunculan media sosial lain, seperti Twitter, Path, Plurk, Instagram, dan masih banyak lagi. Facebook pun mulai menurun pamornya di negara-negara barat sana.  Tapi tidak di beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, penggunanya masih terus bertumbuh.
 
Bukan Sekadar Gaya Hidup dan Gaul
 
Biar eksis!  Itu motivasi saya ketika mengawali membuka akun Facebook.  Sebagai newbie, pernah juga mengalami fase rajin update status dan rajin komen di status teman.  Dan rupanya, tidak hanya di kehidupan nyata sehari-hari, di pergaulan dunia maya pun kita dituntut untuk grow up, menjadi dewasa dan lebih bijaksana.
 
Perilaku saya dalam dunia Facebook pun mulai bergeser, lebih privatedan mengikuti tren yang positif.  Sebagai pengguna aktif, bisa dibilang saya agak terlambat menangkap pergeseran fungsi Facebook oleh para pemilik akun.  Selama ini saya hanya memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan teman melalui fasilitas chat online-nya, menanggapi status atau komentar teman kalau memang perlu, update status kalau memang sedang ingin atau untuk mencari teman-teman lama yang belum terkoneksi di Facebook.
 
Semakin bertambahnya feature di dalam Facebook, memudahkan kita untuk lebih interaktif dengan teman-teman kita.  Baru-baru ini bahkan kita bisa menambahkan gambar pada kolom komentar.  Percakapan pun menjadi lebih ekspresif.  Perhatian pada kawan, di masa senang maupun sedih dapat tersampaikan meski pada kenyataannya kami berbatas jarak dan waktu.
 
Memang tidak terhitung peristiwa-peristiwa negatif yang terjadi akibat ‘salah pergaulan’ di media sosial.  Dari penipuan, pelecehan seks, sampai perselingkuhan.  Saya tidak memungkirinya, namun saya lebih senang membicarakan hal-hal positif apa saja yang bisa kita dapatkan dengan aktifitas fesbukan ini.
 
Berkomunitas
 
Apa yang menjadi kesenangan kita? Seni? Masak memasak? Menulis? Penggemar mobil-mobil tua atau kendaraan merk tertentu?  Bercocok tanam?  Apa pun itu, banyak sekali teman se-interest yang bisa kita temukan di Facebook.  Mereka bergabung dalam satu grup khusus.  Rasanya luar biasa, ketika bisa sama-sama membahas hal-hal yang kita sukai dengan teman-teman yang juga mengerti dan paham tentang hal tersebut.
 
Wawasan kita juga bertambah bukan?  Saling bertukar informasi dan pengalaman, bahkan tak jarang, jika kita menemui suatu masalah, solusi pun didapat setelah dibahas bersama-sama di dalam grup.  Disini terasa bagaimana dunia maya dan nyata dapat terkoneksi, apa yang kita peroleh di dunia maya dapat mempengaruhi langkah-langkah yang kita ambil di kehidupan nyata.
 
Kita bisa meng-upload foto hasil praktek memasak, baik yang gagal maupun berhasil. Tanggapan dari teman-teman akan segera berdatangan, memberi pencerahan, tips dan trik, bahkan banyak pula yang menyemangati supaya jangan menyerah untuk mencoba membuatnya lagi jika gagal.  Seru bukan?
 
Cemas karena anak memasuki fase tantrum dan masih sedikit pengetahuan yang kita miliki mengenai gangguan kesehatan pada anak?  Curhat saja dengan teman-teman yang bergabung di grup, akan banyak anggota yang pernah mengalami hal yang sama dan mereka akan berbagi informasi dengan kita dengan senang hati.   Ada banyak grup di Facebook yang menampung para orangtua yang haus ilmu parenting, sekaligus bisa berkonsultasi dengan para dokter anak yang menjadi narasumber di beberapa grup tersebut.
 
Menulis, sebagai salah satu hobi saya pun mendapat penyalurannya melalui Facebook.  Bukan sekedar terampil menulis status saja, ya, tapi terus belajar lagi bersama dengan komunitas #temupenulisyogyakarta dan beberapa komunitas literasi lainnya.  Dari grup-grup kepenulisan yang tersebar tersebut, banyak ilmu yang bisa saya dapat. Tentang teknik menulis, seluk beluk menerbitkan buku, tips menembus media, dan banyak lagi. Semua ilmu itu didapat dari sharing antar anggota, dari yang sudah berpengalaman dan lebih senior kepada teman-teman penulis pemula.
 
Online Yang Menghasilkan Uang
 
Onlinefesbukan, sekarang ini tidak bisa dibilang hanya berwujud gaul atau iseng-iseng belaka, loh! Karena kalau dimanfaatkan dengan benar, kesenangan dari googling, browsing, chatting ini bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah.
 
Berlebihan tidak, ya, kalau saya menyebutnya dengan nafkah?  Karena kewajiban mencari nafkah dalam keluarga kan ada di pundak para suami.  Tapi, kenapa tidak?  Kalau memang berbisnis online dapat menghasilkan pendapatan yang bisa mendukung keuangan keluarga, tidak ada salahnya juga, kan?
 
Bahkan yang hanya ‘iseng’ atau berdagang kecil-kecilan saja bisa kok sedikit meringankan beban suami.  Tidak perlu meminta tambahan uang belanja untuk pengeluaran-pengeluaran ekstra seperti perawatan rambut di salon, membeli novel ketika menyambangi toko buku atau sekedar menambah koleksi kerudung yang sedang tren saat ini.
 
Lihat saja bisnis online yang marak saat ini.  Baik di situs-situs berjualan gratis maupun di Facebook, baik itu berupa akun pribadi maupun fanpage khusus yang berfungsi sebagai toko online yang memajang gambar-gambar barang dagangannya.  Kita bisa menjadi salah satu diantaranya.
 
Masih mengira fesbukan itu tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu saja?  Terpikir tidak, dengan internetan fesbukan, kita bisa tahu ini itu?  Ditengah naiknya harga segala macam kebutuhan, siapa yang tidak senang bisa menghasilkan rupiah tambahan dengan ‘hanya’ tinggal di rumah?  Mau juga belajar memasak atau ingin semakin pintar sebagai ibu sekaligus menambah ketrampilan kita dengan belajar segala rupa secara online di Facebook?  Yuk, Bu, kita fesbukan! J
 
*****

 

Oky E. Noorsari. Tinggal di Bantul. Menyukai buku sejak kecil, dan sekarang sedang belajar menulis, supaya bisa bikin buku.Penulis bisa ditemui di akun FB : Oky E. Noorsari

7 thoughts on “Ibu-ibu, Fesbukan Yuk

  1. Secara isi tulisan menarik. Namun secara judul, tulisan tidak menggambarkan secara khusus manfaat facebook buat ibu-ibu. Hanya sepertiga di akhir tulisan.

    Keep Writing, Keep Rockin'!

  2. Nambahin Mbak, dengar-dengar sih katanya sebenarnya FB itu ga boleh buat jualan. Makanya Om Mark nyediain Fanpage. Tapi kalo soal komunitas itu memang benar, aku termasuk yang ngrasain banget manfaatnya

  3. iya, sempat ada random sweeping. yang nama akunnya nggak mencirikan nama orang, berupa nama produk atau toko langsung disuspend. pemilik akun harus membuktikan kalau akun tersebut memang milik individu. harus menunjukkan scan id card dan foto diri yang sedang pegang kertas bertuliskan namanya. 😀 – seru pokoknya,

    iya, kalau memilih untuk beraktivitas positif dengan sosmed, insyaAllah manfaat banget…
    biarpun di rumah saja, rasanya seperti berkumpul dengan banyak teman, dan nambah ilmu. 🙂

    semangat! salam sosmed sehat! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *