CIRI DAN TIPS MERAWAT KUKU KAKI YANG TERINFEKSI JAMUR

Hai guys, sebelum kita bahas seperti apa sih, kuku jempol kaki yang jamuran itu, baiknya kita tahu dulu kenapa topik ini diangkat. Kaki, sebagai organ tubuh yang paling sering kita gunakan, membuatnya menjadi organ tubuh yang kerap mengalami kelelahan. Posisinya yang selalu di bawah, juga menempatkannya menjadi organ tubuh yang paling mudah untuk mengalami kotor. Sehingga, bagian tubuh kita yang paling bawah ini, juga menuntut haknya untuk lebih diperhatikan kesehatannya. Setidaknya, inilah alasan yang paling tepat untuk kita yang kerap kali mengesampingkan perawatannya.

Kaki yang kotor akan menyebabkannya menjadi mudah sakit. Kaki yang sakit sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas hidup kita, baik berupa kualitas kerja maupun estetikanya. Penyebab paling banyak bersumber dari kebersihan kuku yang sering terabaikan. Kuku akan menjadi terinfeksi, baik infeksi jamur maupun bakteri. Kondisi kaki yang bersih dan sehat juga mencerminkan seperti apa kepribadian diri kita sesungguhnya. Yuk! coba sekarang kita tengok dulu kuku jempol kita masing-masing. Apakah kuku kita bersih? Tepi kanan kiri normal, tidak bergaris serta tidak rapuh? Apakah kuku kita nampak bening dan ujungnya tidak masuk ke dalam daging jempol? Jika semua jawaban kamu iya, maka, selamat! kuku kamu sehat. Tinggal perawatan rutin yang perlu kamu lanjutkan, agar terhindar dari infeksi jamur maupun bakteri pada kuku.

Ciri kuku kaki (terutama kuku ibu jari kaki) yang mengalami infeksi jamur:

  1. Kuku menjadi lebih tebal dari sebelumnya,
  2. Kuku rapuh,
  3. Nampak bergaris di permukaan sisi kanan kiri,
  4. Kuku tidak licin,
  5. Menebal dan cenderung mengumpul dan menyembul di tengah ujung jari,
  6. Warna kuku tidak lagi bening, namun terlihat lebih kusam,
  7. Kuku tidak bersih, dan
  8. Sering dirasa gatal di sela antara kuku dan daging tepinya.

Kemudian, perilaku seperti apa saja sih yang menyebabkan kuku kita menjadi tidak sehat? Coba, kita ingat-ingat betul. Kadang kita usil kepada kuku kaki kita, saat memotongnya, semaksimal mungkin akan mengoreknya pada bagian kuku yang terlihat “hitam” karena terisi tumpukan debu dan kotoran. Bahkan, kita akan mencungkil-cungkilnya, sampai hati kita puas dan merasa “bersih”. Kadang, hingga kuku kaki kita habis tak bersisa sangking pendeknya memotong. Pada kondisi lain, justru bentuk kuku semakin lama semakin mengecil, meninggalkan bentuk oval dan sempit diujung jari, terutama jempol kaki. Jempol kaki akan terlihat lebih “gundul” dan kurang cantik. Hal ini yang kerap kali menyebabkan infeksi pada ujung kuku yang baru saja dipotong. Ending-nya, saat memeriksakan ke dokter, karena kuku kita mengalami infeksi, dokterpun akan menyarankan untuk dilakukan nail extraction (pencabutan kuku), baik sebagian maupun seluruh permukaan kuku yang terinfeksi.

Meskipun sama-sama kuku, ternyata kuku kaki beda loh, dengan kuku tangan. Apa saja ya, bedanya? Yang pertama, pertumbuhannya, ketebalannya juga perawatannya. Kuku tangan jauh lebih cepat tumbuh dibanding kuku kaki. Untuk menghabiskan satu lembar kuku lama, berganti dengan kuku yang benar-benar baru, dari pangkal hingga ujung dibutuhkan waktu kira-kira 28 hari saja, sedangkan untuk kuku kaki akan membutuhkan waktu jauh lebih lama lagi, yaitu 6 bulan.

Sebagai pembuktian, pakailah hena (pewarna kuku), karena pembuktian ini memerlukan waktu yang tidak sedikit, lebih dari satu periode haid bagi perempuan, maka pilihlah pewarna kuku alami yang tidak menutupi pori-pori, sehingga wudlu pun tetap sah. Kuku yang telah diwarnai (sepenuh kuku ya, jangan hanya separuh kuku saja), semakin lama, warna kuku akan semakin mengarah ke ujung. Kemudian kita potong yang sudah melewati batas daging. Kita tunggu hingga warna kuku semua habis kita potong. Kita amati, berapa lama waktu yang dibutuhkan kuku tangan dan kaki untuk tumbuh? Apakah ada perbedaan yang signifikan? Menurut ahli dermatologis, kuku tangan akan tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki. Kuku tangan membutuhkan waktu sekitar 28 hari hingga 2 bulan, sedangkan kuku kaki membutuhkan 3 – 6 bulan. Kemudian, untuk pembuktian selanjutnya, sadarkah ketika kita memotong kuku, akan lebih sering kita potong kuku tangan dibanding dengan kuku kaki. Hampir seminggu sekali kita potong kuku tangan, namun tidak selalu diikuti pula dengan memotong kuku kaki, karena terkadang kuku kaki kita masih pendek.

Cara memotong kuku yang benar

Cara memotong kuku berbeda antara kaki dan tangan. Kuku tangan kita potong mengikuti alur bentuk jari, pada kedua ujung kanan dan kiri kita potong membelok. Sedangkan, memotong kuku kaki tidak diperbolehkan mengikuti bentuk jari, namun harus lurus serta tidak boleh terlalu pendek.

Pemotongan kuku kaki, terutama jempol kaki yang terlalu pendek dan mengikuti bentuk ujung jempol, akan menyebabkan tumbuhnya kuku baru lebih melengkung ke bawah dan akhirnya masuk ke daging. Hal ini akan lebih mudah terjadi luka. Akhirnya mengalami infeksi bakteri dan muncul nanah. Jika kuku jempol sudah bernanah, maka bisa kita bayangkan, sakitnya seperti apa? Selain sakit, kaki terinfeksi juga akan berbau tidak sedap. Kondisi ini yang sering kita dengar dengan istilah cantengan atau thuthulen. Kaki sangat umum bau, pada kaki sehat saja, saat memakai kaos kaki lembab karena kehujanan di jalan, kaki pasti menjadi lembab dan menyebabkan bau tidak sedap. Di bawah ini, dijelaskan beberapa ciri kuku yang mengalami infeksi jamur.

Beberapa tips berikut ini bisa membantumu mencegah kaki agar tidak bau atau terinfeksi bakteri dan jamur lainnya:

Perawatan rutin kuku kaki:

  1. Potong kuku dengan alur datar tidak terlalu pendek, bagian yang hitam tidak perlu dikorek-korek hingga kuku kita berdarah-darah,
  2. Bersihkan kuku kaki setiap kali kita mandi, menggunakan sikat gigi yang sudah tidak terpakai lagi, yang diberi sabun (boleh sabun mandi saja yang kandungannnya aman untuk kulit),
  3. Setelah mandi, keringkan kuku, berikan minyak zaitun atau baby oil pada setiap kuku kaki mulai dari jempol hingga jari kelingking kaki kita,
  4. Jaga kaki agar selalu bersih dan kering, dan

Perawatan kuku yang terinfeksi jamur:

  1. Lakukan perawatan cara tersebut diatas (perawatan rutin kuku),
  2. Lakukan pengobatan dengan krim anti jamur setiap pagi dan malam,
  3. Baby oil atau minyak zaitun tetap rutin diberikan hanya pada siang hari saja,
  4. Hindarilah akses kaki ke kondisi tanah berlumpur atau pasir pantai, karena lumpur dan pasir kecil pasti akan memenuhi sela kuku yang sukar untuk dibersihkan.
  5. Lakukan perawatan kuku berjamur ini selama minimal 6 bulan, untuk menjamin kuku baru yang muncul ke permukaan terbebas dari kontaminsai jamur selanjutnya.

Catatan: Perawatan ini butuh komitmen, karena memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Jamur kuku menyukai kondisi kuku yang lembab, dan juga sering basah. Disarankan bagi semua yang mengalami infeksi kuku ini untuk menghindari alas kaki yang tertutup sempurna. Pakailah alas kaki yang sirkulasi udaranya lancar, seperti sandal, dimana pada bagian jari biasanya terbuka.

Pertumbuhan jamur dihambat oleh kandungan minyak, maka sebaiknya dirutinkan untuk menggunakan minyak zaitun atau baby oil untuk perawatan rutin. Selain untuk menghalau pertumbuhan jamur, minyak tersebut juga bermanfaat untuk membersihkan sela-sela kuku dari semua debu yang berhasil menyelinap tidak sengaja.

Lebih jauh lagi, untuk perawatan kaki secara menyeluruh dengan tujuan mendapatkan kaki yang bersih, kulit kaki lembut dan tidak pecah-pecah pada bagian tumit, maka secara rutin dapat digunakan minyak zaitun, yang diaplikasikan ke seluruh bagian kaki setiap selesai mandi.

Yuk, percantik kuku & kaki kita, sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang telah menumbuhkan kuku untuk mempercantik kaki kita.

***

Ditulis oleh: Eka Wahyuni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *