[Cernak] Misteri Dalam Mimpi

sumber: id.wikihow.com
“Robit! Matahari sudah mulai terbit, Nak. Ayo, segera bangun nanti terlambat sekolah!” seru Ibu kepada Robit yang masih tidur.
Setiap pagi, Ibu selalu membangunkan Robit yang masih tidur. Ia khawatir Robit terlambat masuk sekolah. Kekhawatiran Ibu bukan tanpa alasan. Kalau tidak dibangunkan, Robit malas-malasan di tempat tidur. Selama ini, Ibu yang setia membangunkannya.
“Sebentar lagi, Bu. Masih ngantuk, nih!” sahut Robit sambil menarik kembali selimutnya.
“Sudah pukul 06.30 lho, nanti kamu telat sampai di sekolah,” kata Ibu mengingatkan.
“Iya, Bu. Iya, Robit ngerti, kok,” jawab Robit sambil bangkit dari tempat tidurnya.
Robit segera berjalan menuju kamar mandi. Sebelumnya, dia menyambarhanduk yang tak jauh dari kamar mandi. Ketika Robit masuk kamar mandi, Ibu menengok kamar tidur anaknya. Dilihatnya selimut masih berantakan di atas tempat tidur. Baju bergantungan, kaos kaki, dan sepatu juga berserakan di lantai kamarnya.
“Selimutmu masih berantakan, Nak. Segera beresi biar kelihatan rapi!” perintah ibu kepada Robit, yang baru keluar dari kamar mandi.
“Nanti saja, Bu. Kalau aku mau tidur, kan dipakai lagi. Sudah siang, nih! Nanti keburu telat ke sekolah,” jawab Robit sambil menarik baju seragam dari almari.
“Beresi dulu, nggak sampai lima menit. Jangan biarkan kamarmu berantakan. Lihat tuh, kaos kaki dan sepatu berserakan! Baju yang kotor bergelantungan,” kata Ibu sambil menunjuk sepatu, dan kaos kaki di lantai kamar.
“Tenang saja, Bu. Nanti sepulang sekolah aku bereskan!” jawab Robit sambil mengacungkan jempolnya.
“Janji lho, kamu!” pinta Ibu singkat.
Robit pun mengiyakan pinta Ibu. Setelah itu, ia berangkat menuju rumah Vio untuk mengajaknya berangkat bersama. Sesampai di rumah Vio, Robit berseru memanggil temannya.
“Vio…Vio…!” panggil Robit sembari mengetuk pintu rumah temannya.
“Masuk saja, pintunya nggak dikunci. Tunggu sebentar, ya! Aku masih beres-beres kamar dulu!” sahut Vio dari dalam kamarnya.
Robit segera masuk rumah Vio. Ia menyaksikan temannya membereskan kamar. Semua peralatan tidur, dan perabot lainnya tampak rapi. Semua dikerjakan tanpa disuruh oleh orang tuannya.
“Wow, rajin sekali kamu. Kamarmu bersih, dan rapi!” kata Robit memuji Vio sahabatnya.
“Ya, memang harus bersih dan rapi kamar yang kita tempati. Supaya tidak menjadi sarang penyakit,” jelas Vio.
Akhirnya kedua sahabat itu berangkat ke sekolah. Mereka merasa gembira, karena dapat ke sekolah bersama-sama. Mereka belajar di sekolah, dan kelas yang sama pula.
Bel sekolah berbunyi. Tanda pelajaran telah usai. Robit, dan Vio mengemasi alat tulisnya. Kemudian berdoa, dan bersalaman dengan guru. Mereka ke luar kelas dengan tertib. Kedua sahabat itu pun pulang bersama.
Setelah sampai di rumah, Robit segera masuk kamar. Sepatu belum juga dilepas. Tas dilempar begitu saja di atas tempat tidur. Baju belum juga ganti, namun ia segera mengambil handphone miliknya. Sambil tiduran, Robit bermain menggunakan HP-nya. Tiba-tiba layar HP membesar. Dari dalam HP keluar pusaran angin yang sangat kencang. Robit tersedot di pusaran angin tersebut.
“Tolong, tolong, tolong!” teriak Robit sekuatnya.
“Tidak akan ada yang menolongmu!” teriak suara yang tak ada wujudnya.
Robit berada di suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi. Tempat itu bau, dan gelap.
“Si, si, siapa kau?” tanya Robit ketakutan.
“Aku penguasa di tempat ini. Aku Raja Nyamuk!” jawab sosok yang berbentuk nyamuk raksasa.
“Engkau akan aku jadikan temanku di sini. Kau akan berada di tempat yang pengap, dan gelap ini bersamaku!” kata Raja Nyamuk kemudian.
Raja Nyamuk itu akan memasukkan Robit ke dalam terali besi. Terali besi itu sangat kokoh, dan sempit. Tak ada lampu penerangan di situ. Robit pun meronta, dan berteriak minta tolong.
“Tolong, tolong, tolong!” teriak Robit meminta bantuan.
 “Aku datang. Hai! Jangan sentuh temanku! Kamu tidak akan mampu melawanku. Semua tempat persembunyianmu sudah aku lenyapkan. Sudah tak ada lagi tempat untukmu berkembang biak. Penampungan air sudah aku bersihkan. Baju yang bergelantungan juga sudah aku bereskan,” teriak Vio.
“Oh, tidak!” teriak Raja Nyamuk ketakutan.
Vio segera menolong Robit yang disandera oleh Raja Nyamuk.
“Terima kasih Vio, untung kamu segera menolongku. Rasanya aku akan terpenjara di sana selamanya,” kata Robit.
“Kita harus selalu menjaga kebersihan. Jangan sampai kita di tangkap oleh Raja Nyamuk lagi,” jawab Vio.
“Iya, aku berjanji akan hidup bersih,” jawab Robit.
Setelah Robit berjanji pada Vio, ia pun mulai sadar, dan terbangun dari tidurnya.
“Oh, hanya mimpi. Walau demikian, aku tetap harus melaksanakan janjiku. Aku harus menjaga kebersihan kamarku. Tempat yang kotor merupakan sarang nyamuk, dan penyakit,” gumam Robit sambil mengucek matanya.
Robit segera bangkit membersihkan, dan merapikan kamarnya. Ia tak ingin peristiwa dimimpinya benar-benar terjadi.
****
Ditulis oleh: Suprapti, Ibu Guru dari Prambanan
                                   
Baca Juga:   5 Masalah Penulis dengan Penerbit

2 thoughts on “[Cernak] Misteri Dalam Mimpi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *