[Cernak] Maaf, Kita Berbeda

“Yuhu … lalala …,” seru si Mon, sebutan bagi monyet. Ia berdendang sambil bergelantungan dari pohon ke pohon. Setiap pagi, ia memulai harinya dengan penuh keceriaan.

Sampai di dekat sungai, si Mon bertemu dengan si Cil, sebutan dari kancil. Si Cil sedang main sendirian di tempat biasanya anak-anak bermain.

“Selamat pagi, Cil, apa kabarnya hari ini?”

“Kabar baik, si Mon,” jawab si Cil lesu.

“Kamu kok main sendirian, sih?” kata si Mon penasaran.

“Iya, nih, enggak tahu, dari tadi aku nyari teman yang lain nggak ada yang datang ke sini, baru kamu saja yang pagi ini aku temui,” keluh si Cil.

“Oh, enggak asyik dong kalau main sendirian, coba aku cari si Ajah dulu, ya, nanti kita main bersama,” kata si Mon sambil berlalu mencari si Ajah sebutan dari gajah.

Si Ajah ternyata pagi itu masih tidur, karena malamnya kebanyakan makan, jadinya ia susah bangun pagi.

“Ajah … Ajah …,” teriak si Mon memanggil-manggil si Ajah di depan rumahnya.

Ibu Ajah yang mendengar panggilan si Mon langsung membangunkan anaknya.

“Ajah … bangun, Nak, itu temanmu si Mon sudah menghampiri kamu, sepertinya mau diajak bemain,” kata ibu Ajah sambil membelai pelan si Ajah.

Si Ajah langsung bangun dengan semangat, karena ia suka bermain dengan teman-teman yang lainnya.

“Asyik … aku main, ya, Bu?” kata si Ajah kepada ibunya.

“Eh, mandi dan sarapan dulu sebelum main,” ujar ibu Ajah menasihatinya.

“Oh, ya sudah, aku bilang ke si Mon dulu untuk menunggunya.” sahut si Ajah.

“Pagi, Mon,” sapa Ajah.

“Pagi, Ajah. Ayo main, sudah ditunggu si Cil di tempat biasa yang dekat dengan sungai itu,” ajak si Mon.

“Tapi aku mandi sama sarapan dulu, ya?” ucap si Ajah.

“Baiklah, sana, tapi cepetan, ya?” pesan si Mon.

Si Ajah pun semangat mandi dan sarapan. Setelah itu langsung menemui si Mon yang sudah sabar menunggunya untuk bermain bersama.

Saat si Mon dan si Ajah sampai di tempat bermain, si Cil pun senang melihatnya.

“Ye … akan ramai dan seru nih kalau kita bermain bersama, banyak teman itu asyik,” gumam si Cil.

Saat ketiganya sudah bertemu, meraka bingung mau main apa.

“Em, enaknya main apa, ya, Mon?” tanya Cil kepada si Mon.

“Aku juga bingung mau main apa,” jawabnya.

“Hahaha …” Ajah tertawa lebar melihat si Cil dan si Mon bingung mau main apa.

“Emang kamu ada ide buat kita pagi ini mau main apa si Ajah?” tanya si Cil.

“Aku juga bingung mau main apa pagi ini,” jawabnya.

“Hahaha ….” Ketiganya tertawa bersama.

“Aha …! main ayunan aja yuk, aku suka sekali sama ayunan, nanti kita buat ayunan bareng-bareng,” si Mon melanjutkan usulnya.

“Yah, jangan ayunan, dong, aku nggak akan bisa mainan ayunan Mon, aku kan badannya beda dengan kalian. Kalian badannya kecil, bisa mainan ayunan, sedangkan aku enggak akan ada tali yang kuat menahan tubuhku,” kata si Ajah sambil menunduk.

“Ah, kamu Ajah, bilang aja kalau kamu enggak suka dengan mainan yang aku usulkan. Iya, kan?” sanggah si Mon.

“Beneran si Mon, aku nggak bisa ikut kalau mainan ayun-ayunan,” kata si Ajah meyakinkan.

“Sudah …! sudah …! tidak usah kalian bertengkar, kita ke sini untuk bermain bersama, bukan untuk saling berdebat,” kata si Cil menasihati keduanya.

“Aha, apa kita mainan renang aja yuk, aku suka berenang,” ajak si Ajah.

“Iya, aku juga senang berenang,” sahut si Cil.

“Nah, kalau kalian bisa berenang, tapi, aku bagaimana? nanti bulu-buluku bisa rusak, dan aku takut dengan air, apalagi berenang,” keluh si Mon.

Si Ajah pun mempelihatkan wajah tidak sukanya kepada si Mon. Namun si Cil mengerti kalau si Mon memang tidak suka berenang.

“Iya, sih, si Mon memang tidak bisa berenang,” kata si Cil.

“Terus, mainan apa dong yang bisa untuk kita bertiga? jangan sampai ada yang tidak bisa atau tidak suka,” tanya si Cil kepada si Mon dan si Ajah.

“Aha! kita main sepak bola saja, yuk,” teriak si Cil.

“Iya, setuju …!”

“Aku juga setuju …!”

Si Mon dan si Ajah teriak setuju atas usulan si Cil.

Mereka kemudian membuat bola yang terbuat dari gulungan semak-semak yang ada di sekitar tempat bermain itu. Dan mereka semuanya senang, akhirnya bisa menemukan mainan yang bisa menyenangkan bersama.

Ditulis oleh: Kak Adin

Reviewer: Rohman

Baca Juga:   7 Tips Agar Anak Suka Buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *