[Cernak] Kantong Ajaib

sumber: freepik.com

 

Sepulang belanja dari supermarket, Ruli membantu Bunda mengeluarkan barang-barang belanjaan. Ia lalu menata beberapa barang di lemari. Bunda melipat kantong plastik, dan memasukkannya dalam kardus di samping kulkas. Ruli sering mengamati kebiasaan Bunda itu.
“Hobi Bunda aneh,” ucap Ruli sambil membuka sebatang cokelat.
“Hobi yang mana?” sahut Bunda sambil tersenyum.
“Kantong plastik itu, kan, sampah Bun. Kok, disimpan, sih? Kenapa enggak dibuang saja?” gerutu Ruli.
“Eh, jangan salah, kantong-kantong ini banyak gunanya,” jawab Bunda.
“Yang Ruli tahu, cuma kantong ajaib Doraemon yang banyak gunanya,” kata Ruli sambil menghabiskan cokelatnya.
“Nanti kamu akan buktikan sendiri.” Bunda tertawa.
Minggu ini, Ruli akan pergi berkemah selama 3 hari. Semua perlengkapan sudah disiapkan sejak beberapa hari lalu. Ruli mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan dasi, dan topinya. Ia sudah siap untuk berangkat. Ruli membawa sebuah tas ransel berisi pakaian, selimut, peralatan mandi, dan obat-obatan. Ia juga menenteng tas jinjing besar berisi panci, tikar lipat, tali, dan peralatan makan. Ayah sudah menunggu di halaman untuk mengantar Ruli ke sekolah. Dari sekolah, Ruli bersama teman-temannya akan menggunakan bis menuju bumi perkemahan.
“Ruli, ini kantong ajaibnya dibawa juga,” ujar Bunda sambil menyerahkan beberapa lipatan kantong plastik.
“Buat apa sih, Bun? Cuma nambahin barang saja,” kata Ruli kesal.
“Sudah bawa saja, nanti juga kamu akan tahu gunanya,” kata Bunda.
Akhirnya, kantong-kantong itu diselipkan di tas jinjing besar. Ruli berpamitan, dan mencium tangan Bunda. Bunda melambaikan tangan, melepas putri semata wayangnya itu.
Setelah upacara pelepasan di sekolah, Ruli, dan teman-teman berangkat menuju bumi perkemahan. Sampai di lokasi, kegiatan pertama adalah mendirikan tenda. Ruli, dan teman seregunya berhasil mendirikan tenda mereka. Lalu, mereka mulai menata barang-barang, dan mempersiapkan bahan untuk memasak. Selama berkemah, para peserta memang diwajibkan untuk memasak sendiri. Untungnya, Ruli, dan teman-temannya sudah berlatih memasak sejak beberapa minggu lalu, jadi mereka sudah cukup terampil memasak.
“Wah, aku lupa bawa tempat sampah nih,” kata Mita.
“Gimana sih? Kemarin, kan, kamu sendiri yang bilang mau bawa tempat sampahnya,” sahut Ellen.
Ruli teringat kantong plastik yang diberikan Bunda, “Sudah nggak usah ribut begitu. Nih, aku punya kantong plastik. Pakai aja untuk tempat sampah.”
“Untung kamu bawa kantong ini, Ruli. Nilai kebersihan tenda kita bisa dikurangi kalau enggak ada tempat sampah,” ujar Shita lega.
Ruli tersenyum, tampaknya ia mulai mengerti manfaat kantong ajaib dari Bunda. Peluit berbunyi, tanda ketua regu harus berkumpul. Shita segera berlari ke lapangan untuk mendengarkan perintah dari kakak pembina. Setelah kembali ke tenda, Shita menyampaikan tugas dari kakak pembina untuk malam itu.
“Ok, tugas malam ini, kita harus membuat kreasi dari barang bekas yang ada di tenda kita.” Shita masih agak terengah-engah karena berlari tadi.
Ruli, dan teman-temannya lalu mencari barang bekas yang bisa mereka gunakan. Ruli ingat, Bunda pernah mengajarinya membuat bunga dari kantong plastik. Ruli segera mengambil kantong plastik itu dari tas jinjingnya.
“Kita buat bunga saja dari kantong plastik ini,” kata Ruli bersemangat.
“Memangnya kamu bisa, Ruli?” tanya Nisa.
“Iya, dulu Bunda pernah mengajari aku,” jawab Ruli.
Dengan antusias, Ruli, dan teman-temannya membuat bunga itu. Mereka berhasil membuat lima bunga. Bunga-bunga itu diletakkan dalam vas yang terbuat dari botol plastik bekas air minum. Hasil kreasi mereka lalu diserahkan pada kakak pembina untuk dinilai.
Hari kedua kemah. Setelah bangun tidur, dan beribadah, para peserta perkemahan melakukan senam. Mereka menggerakkan badan mengikuti musik dengan penuh semangat. Selesai senam pagi, mereka memasak untuk sarapan.
Kegiatan selanjutnya adalah penjelajahan. Regu Ruli sudah siap untuk penjelajahan pagi itu. Mereka membawa bekal makanan, minuman, serta buku catatan. Rute penjelajahan yang dilalui cukup jauh. Para peserta harus melewati beberapa pos, dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Saat hampir tiba di pos terakhir, ternyata mereka harus melalui sebuah sungai kecil yang cukup deras aliran airnya. Seru sekali saat berjalan melintasi air. Anak-anak itu bermain air sepuasnya. Mereka senang, meskipun baju jadi basah semua.
“Ruli, kamu masih punya kantong plastik enggak?” tanya Ellen.
“Iya nih, baju basah ini harus dipisah,” sahut Shita.
Ruli tersenyum lebar, “Tenang saja girls, aku masih punya banyak kok.”
Lalu, Ruli mengeluarkan beberapa kantong plastik, dan membagikannya pada teman-temannya.
            Saat upacara penutupan perkemahan, kakak pembina mengumumkan hasil beberapa lomba yang diadakan. Regu Ruli berhasil menjadi juara untuk kebersihan tenda, dan kreasi barang bekas. Ruli, dan teman-temannya bersorak gembira mendengarnya. Ruli pun semakin mengerti betapa bermanfaatnya kantong plastik bekas itu. Dalam hati, Ruli berjanji tidak akan meremehkan lagi hobi Bunda mengumpulkan kantong ajaib itu.
****
 Ditulis oleh Maya Romayanti, 
seorang guru SD yang sedang belajar menulis.
FB Maya Romayanti, IG @myromayanti  
Baca Juga:   Tak Punya Dana Beli Mainan? Yuk, Buat Karya Untuk Si Kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *