[Cernak] Dari Hobi Menjadi Rezeki

Setiap pagi Rina menyempatkan diri untuk menghirup udara. Pagi itu, tidak seperti biasa gadis berhidung mancung itu mengelilingi halaman rumah. Di tempat itu ada banyak tanaman bunga.

“Wah, harum sekali. Bau  apa, ini?” tanya Rina sambil menghirup napasnya.

Rina mencari-cari sumber aroma. Ia mengelilingi halaman rumah yang luas untuk menemukan bunga yang harum itu.

“Oh, ini rupanya. Bunga melatiku telah mekar,” kata Rina di dekat bunga berkelopak putih bersih itu.

Rina sudah banyak belajar tentang tanaman. Ia mendapatkan pelajaran menanam bunga dari ibunya. Ibu Rina hobi mengoleksi tanaman bunga. Ada berbagai macam bunga di halaman rumahnya. Bunga mawar, melati, kamboja, krisan, kantil, dan kenanga.

Rina mengikuti jejak ibunya. Ia juga gemar menanam bunga. Gadis berambut panjang itu banyak membaca buku tentang tanaman bunga. Belum lama ini, Rina belajar menyilangkan bunga Kamboja Jepang. Ia menyilangkan dengan cara menyambung pucuknya. Hasilnya bunga Kamboja berwarna-warni dalam satu pohon. Rina pun semakin mencintai bunga. Ia semakin rajin merawat bunga di halaman rumahnya.

Sejak saat itu, Rina selalu mencari oleh-oleh bunga setiap kali bepergian. Apalagi ketika ia diajak ke rumah bibinya. Bibi Rina pecinta bunga anggrek. Bermacam-macam bunga anggrek menghiasi kebun bunganya. Rina pun mulai tertarik memelihara anggrek.

“Wow, bagus sekali bunga anggrek ini, Bi,” kata Rina.

“Iya. Itu namanya bunga Anggrek Dendrobium,” jelas Bibi.

“Media tanam bunga anggrek berbeda ya, Bi?” tanya Rina.

“Iya. Kamu mau Bibi ajari menanam bunga anggrek?” tanya Bibi.

“Mau, mau, Bi. Senang sekali kalau Bibi mau mengajariku,” jawab Rina dengan penuh semangat.

Bibi lalu pergi menuju ke belakang rumah. Ia kembali dengan membawa sebuah pot plastik. Ia juga membawa bungkusan dua plastik kecil berisi butiran berwarna hitam.

“Ayo kita mulai menanam!” ajak Bibi.

“Oke, Bi. Aku siap!” sahut Rina.

“Mula-mula kita masukkan kerikil ke dalam pot. Susul dengan potongan-potongan arang. Masukkan media tanam dari bungkusan plastik yang Bibi bawa tadi!” jelas Bibi.

“Mengapa harus diberi kerikil dan arang, Bi?” tanya Rina.

“Kerikil dan arang berfungsi untuk memberikan rongga. Tujuannya agar air tidak menggenang di dalam pot. Anggrek Dendrobium tidak membutuhkan banyak air. Kalau terlalu banyak air, Dendrobium akan mati,” cerita Bibi.

“Oh, begitu. Ternyata setiap tanaman memiliki ciri yang berbeda. Termasuk juga tempat hidupnya,” ujar Rina tanda mengerti penjelasan dari Bibi.

Mendengar penjelasan Bibinya, Rina semakin bersemangat menanam bunga anggrek. Ia minta beberapa anggrek dengan warna bermacam-macam. Bibi pun dengan senang hati memberinya. Bibi berharap agar Rina semakin mencintai bunga anggrek, karena bunga anggrek merupakan bunga ciri khas dari Indonesia.

***

Koleksi tanaman anggrek Rina semakin banyak. Beberapa jenis anggrek dengan aneka warna ada di sana.  Ibu Rina semakin senang karena anaknya rajin merawat tanaman bunga.  

“Amboi, kebun bunga kita indah sekali, Bu,” ucap Rina ketika melihat beberapa kuncup bunga.

“Iya, hati ini senang. Alangkah semarak nantinya, ketika bunga-bunga itu bermekaran,” kata Ibu Rina.

Belum selesai Ibu Rina bicara, ada sebuah mobil sedan merah berhenti di depan rumah. Seorang wanita cantik paruh baya keluar dari mobil tersebut. Perempuan itu melangkah mendekati Rina. Kaca mata hitam yang dikenakan belum dilepas. Dari gaya pakaiannya ia orang kaya. Rina sangat mengenal sosok itu. Ia pun berteriak kegirangan sambil bergegas menyambut tamu yang datang.

“Ah, Bibi. Datang kok tidak bilang-bilang. Lihat Bi, kebun bungaku! Banyak bunga yang sudah kuncup. Anggrek yang diberikan Bibi juga sudah berbunga. Lihat itu, Bi,” cerocos Rina sambil menunjuk beberapa tanaman bunga.

“Ajak Bibi keliling untuk melihat bunga, ya. Ibu akan buat minuman dulu untuk Bibi,” kata ibu Rina.

Rina dan Bibi mengelilingi kebun bunga. Mereka asyik sekali menikmati aroma bunga. Bibi mencermati bunga satu per satu. Wanita ayu itu tertarik dengan bunga-bunga Rina. Ia sangat jeli dan tahu kualitas bunga karena ia seorang pedagang bunga.

Melihat bunga Rina yang bagus, Bibi berniat untuk membelinya. Bibi pun mengajak keponakannya duduk di bangku depan rumah. Bibi menyampaikan keinginannya. Rina menyetujui keinginan Bibi.

“Ini uang untuk membayar bunga-bungamu. Terima kasih karena kamu telah membantu Bibi mendapatkan bunga. Banyak orang yang memesan bunga kepada Bibi untuk acara hajatan,” jelas Bibi.

Rina sangat senang menerima uang dari Bibi. Ia sekarang merasakan bahwa dari hobi bisa menjadi rezeki. Rina berjanji akan menambah koleksi bunga dan rajin merawatnya. Jika tanaman bunganya mekar, ia dapat menjualnya ke tempat Bibi.

Ditulis oleh: Suprapti

Reviewer: Oky E. Noorsari

1 thought on “[Cernak] Dari Hobi Menjadi Rezeki”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *