[Cernak] Arini Menulis Puisi

Libur tiba, Arini diajak Kak Delta pergi ke suatu mal yang ada di tengah kota. Mereka ingin membeli peralatan sekolah untuk menyambut semester baru.

“Kak, Arini pokoknya mau beli buku bergambar boneka Barbie?”

“Emang Arini bawa uang berapa?” Kak Delta tertawa kecil.

“Ah, kakak! Arini kan diajak, jadi semua kakak yang tanggung.”

“Enak saja. Uang kakak ya untuk beli sepatu kakak dong. Weeek…” Kak Delta menjulurkan lidah kepada adiknya.

“Uh, payah!” Arini cemberut dan membalikkan wajahnya.

“Haaa…,” Kak Delta tertawa agak keras, “Oke deh, nanti kakak beliin. Jangan ngambek gitu dong. Masa kakak sendiri digituin. Atau….”

Belum selesai Delta menyelesaikan perkataannya, Arini langsung memotongnya.

“Oke kakak Cuantiiiik deh,” Arini membalikkan wajah dan wajahnya langsung ceria.

Arini dan Kak Delta berangkat ke mal setelah mendapatkan izin dari Mama mereka.

***

Jarak rumah mereka dan mal yang tidak begitu jauh, membuat mereka memilih berjalan kaki. Selama perjalanan menyusuri trotoar, Arini membikin Kak Delta kewalahan mengejarnya. Arini berlari-lari kecil dengan penuh keceriaan. Sedang, Kak Delta berupaya terus melangkah cepat agar jarak Arini tidak begitu jauh darinya.

Dalam mal ada tangga berjalan yang menghubungkan lantai satu dengan lantai di atasnya. Di atap bagian tengah terlihat lampu besar yang menyala terang. Selain itu, di setiap ruangan besar yang ada di dalam mal dipajang bermacam-macam barang. Mata Arini biasanya selalu terpana melihat rungan yang di dalamnya berisi permainan anak-anak ataupun boneka.

Di tengah ruangan mal banyak orang berkumpul. Ramai sekali. Karena penasaran mereka berdua mendekatinya.

“Oooo…” Kak Delta bergema.

“Ngapain orang itu, Kak?” tanya Arini penasaran sambil mengarahkan telunjuknya ke arah seorang wanita yang lagi bercerita di atas panggung. Wanita itu menjadi pusat perhatian banyak orang.

“Mengajari menulis puisi.”

“Puisi itu apa sih kak?” Arini yang baru kelas dua SD kebingungan.

“Membuat rangkaian kalimat dengan kata yang indah,” jelas Kak Delta yang tak tertarik membuat puisi, “Kita pergi, yuk!” ajak Kak Delta.

“Ntar kak. Kita lihat sebentar lagi, ya.” tawar Arini.

“Oke deh.”

Wanita muda di panggung menyampaikan materi dengan sangat menarik. Sekali-kali diselingi dengan nyanyian. Suaranya yang merdu membuat anak-anak suka.

Mata Arini menatap tajam ke sebuah layar lebar yang mulai berisi kata-kata oleh wanita anggun di depan. Ia yang sudah lancar membaca tak kesulitan merangkai huruf-huruf menjadi kata yang utuh.

“Oooo… itu yang namanya puisi,” ujar Arini sambil menganguk-angguk sendiri.

Kak Delta cengar-cengir melihat tingkah adik kesayangannya itu.

-oO0-

“Arini, cepat mandi. Mau sekolah nggak?” teriak Kak Delta dari dapur.

“Bentar kak,” jawab Arini singkat.

“Kakak tinggal ya?”

“Ya kak. Nanti Arini bisa berjalan sendiri.”                                                    

Kak Delta penasaran kenapa adiknya itu malas bangun pagi tak seperti biasa yang rela berlarian kalau Kak Delta mau mandi duluan.

Kak Delta berjalan menuju kamar Arini dan dibukanya pintu kamar itu dengan pelan. Matanya langsung melotot dan curiga saat Arini tidak dalam posisi tertidur. Arini duduk membelakangi pintu.

Kak Delta berjalan dengan hati-hati. Tiada bunyi dari langkah kakinya, sedang mata Kak Delta terus berusaha menembus atas pundak Arini. Dilihatnya Arini yang sedang mencoret-coret buku dan melalaikan kebiasaan di pagi hari.

Kak Delta tercengang saat melihat tangan adiknya sedang membuat kata-kata di buku bergambar boneka Barbie yang baru saja dibeli. Satu per satu kalimat dibaca Kak Delta. Ia tersenyum kagum melihat adiknya menulis puisi.

“Karena puisikah Arini belum mau mandi?”

Arini kaget, lalu bertanya, “Eh, kakak. Kapan ke sini Kak?”

“Cepat mandi sana!” perintah Kak Delta.

“Iya Kak. Sudah selesai pula.”

Arini merasa tak mampu lagi berkutik, meletakkan pensil dan buku di atas kasur. Lalu Ia pergi ke kamar mandi dengan perasaan lega. Puisi pertama Arini berhasil ditulis pagi itu. (*)

-oOo-

Ditulis oleh: Wahyu Wibowo

Reviewer: Seno NS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *