[Cernak] ALDO TAKUT

Aldo terbangun, kemudian bingung karena melihat suasana kamar yang berbeda dari biasanya. Anak delapan tahun itu tersadar berada di kamar om dan tantenya ketika melihat kedua orang itu berada di samping kiri dan kanannya.       

“Om, Om….” Aldo mencoba membangunkan Om Nata dengan menggoyang-goyangkan tubuh besar itu. Berulang-ulang kali Aldo mencoba tapi Om Nata tidak bangun juga.

“Kenapa, Aldo?” tanya Tante Susi yang malah terbangun.

“Aldo pengin pulang, Tante.”

Mendengar jawaban keponakannya itu, Tante Susi sedikit kaget, “Kenapa?” Tante lalu berusaha membangunkan Om Nata sembari menunggu jawaban Aldo. Om Nata pun terbangun langsung menoleh ke arah Aldo yang sudah terduduk.

Om Nata ikut duduk, “Kenapa, Do? Mau pipis?” tanya Om Nata memastikan

Anak itu hanya menggeleng pelan, rona wajahnya memerah, ada perasaan ingin menangis tapi ditahan oleh Aldo. Matanya melihat ke sekeliling kamar.

“Gimana, Mas?” tanya Tante Susi pada Om Nata yang bingung harus berbuat apa.

Om Nata menggaruk kepala lalu melihat jam di dinding, pukul satu tepat. “Sudah jam segini. Sebentar, kucoba hubungi Mas Yoga.” Om Nata turun dari ranjang kemudian mengambil ponsel miliknya yang ada di meja rias yang biasa dipakai Tante Susi.

Om Nata mencoba berulang-ulang untuk menghubungi Ayahnya Aldo. “Ayah sudah bobo, Aldo. Besok aja ya pulangnya.” Om Nata mencoba untuk membujuk.

Tidak lama kemudian, ponsel Om Nata berbunyi. Ternyata itu dari Ayahnya Aldo, “Mau ngomong sama Ayah?” tawar Om Nata pada Aldo. Lagi-lagi anak kecil itu hanya menggeleng. Maka Om Nata yang berbicara kepada Ayahnya Aldo.

Tante  Susi mengelus-elus kepala Aldo. “Sudah, Mas. Antar pulang saja,” saran Tante Susi membuat Aldo senang mendengarnya. Itu yang Aldo harapkan dari tadi. Pulang.

“Aldo yakin mau pulang?” tanya Om Nata memastikan ulang setelah meletakkan ponsel di meja lagi.

Aldo mengangguk dengan semangat, matanya seketika berseri. “Iya, Om.”

Om Nata mengusap kepala Aldo, lalu balik badan. “Aldo-Aldo, tadi katanya pengin tidur sini,” ucap Om Nata sambil mengenakan jaket. Aldo hanya terdiam, lalu pelan-pelan turun dari kasur.

“Tante Susi tidak ikut?” tanya Aldo menoleh ke arah Tantenya yang masih terduduk di ranjang.

Tante Susi hanya menggeleng. “Tante di sini saja. Jaga rumah,” ucapnya.

Om Nata pun ke luar kamar, Aldo mengikuti dari belakang, tapi langkahnya terhenti untuk menoleh ke arah Tante Susi lagi. Tante Susi hanya tersenyum lalu memberi lambaian tangan.

Aldo pun keluar, melihat Om Nata yang hampir sampai di pintu utama membuatnya sedikit berlari kecil. “Om, tungguin!”

Om Nata berhenti lalu menggendong anak berambut ikal itu, kemudian mereka keluar. Aldo diantar menggunakan mobil, lama perjalanan 20 menit untuk sampai ke rumah. Begitu sampai ternyata anak itu sudah tertidur pulas.

Aldo digendong oleh Om Nata sampai bertemu dengan ayahnya.

“Maaf, ya Nat, jadi merepotkan,” ucap Ayah Aldo saat menerima Aldo, namun anak itu justru terbangun.

“Lah malah bangun,” ujar Om Nata begitu tahu Aldo sadar dari tidurnya. “Enggak repot kok, Mas. Ya sudah langsung pulang ya, Mas. Susi sendirian.”

Ayah Aldo mengiyakan, kemudian menutup pintu begitu Om Nata sudah meninggalkan teras rumah. Lalu membawa Aldo masuk ke kamar sambil tertawa, “Haha… kamu ini, tadi pengin ikut Om Nata.”

“Eh, Aldo sudah pulang, haha,” ucap Ibu begitu Aldo memasuki kamar.

Anak laki-laki itu pun meminta turun, kemudian berlari menuju ibunya.

“Ada apa sayang? Kok pulang?”tanya ibu setelah Aldo menaiki ranjang.

“Aldo takut, Bu. Tadi Aldo melihat ada raksasa hitam, matanya merah, dia ngeliatin Aldo.”Anak itu berdiri, lalu memeragakan si raksasa yang diceritakannya. “Terus Aldo terbangun deh,” tambah anak itu kemudian tidur di samping Ibu.

Ibu mengelus-elus dada Aldo, “Sudah-sudah itu namanya mimpi. Pasti tadi sebelum bobo enggak berdoa ya?”

“Iya, Bu, Aldo enggak berdoa. Hehehe,” balas anak itu, lalu menunjukan giginya yang tersusun rapi.

“Aldo, Aldo, ada-ada saja kamu,” ucap Ayah yang kini sudah bergabung di ranjang. “Kalau gitu, sekarang waktunya kita berdoa.”Ayah yang memimpin doa untuk mereka.

“Sekarang raksasanya sudah tidak ada. Waktunya Aldo bobo lagi ya. Sini sama Ibu.” Ibu Aldo pun mendekap putranya, membiarkan anak itu tertidur kembali.

SELESAI

Dibuat oleh: Rohman

Reviewer: Redy K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *