Lelaki Beraroma Kopi

“Apa yang lebih sempurna dari perpaduan secangkir kopi dan satu buku yang bagus?” Kening Yura mengernyit saat matanya menangkap judul buku yang disodorkan padanya. ‘Mati Ketawa Ala Rusia’. Astaga, buku zaman rikiplik begini masih ada? Tapi keheranan itu hanya bertahan tiga detik. Perhatiannya spontan teralihkan oleh jemari panjang-panjang yang mendorong buku tadi. Tak ada cincin […]

[Cerpen} Permintaan Terakhir

“Siapa suruh kamu tidak menuruti ibumu?” Pisau yang kupegang kugerakkan lebih cepat. Bunyi tuk tak tuk pisau yang berhasil mencacah-cacah bawang merah beradu dengan talenan kayu berusia sepuluh tahun. Mulutku sengaja kukunci rapat-rapat. Jika tidak begitu, dapur akan menjadi arena perang mulut sebentar lagi. “Bawang merahnya mau seberapa banyak?” Cepat-cepat, arah pembicaraan pagi ini kualihkan. “Kalau […]

[Cerpen] Lara Sendiri

“Nanti aku nggak bisa ikut les, kamu berangkat sendiri, ya….” Lara menyodorkan kotak bekalnya pada Arjun yang baru kembali dari ruang guru. “Nanti sore aku harus latihan untuk persiapan ke Merbabu minggu depan.” Lara berhenti mengunyah. Tatapan matanya menyempit. Dia masih kurang suka dengan hobi sahabatnya itu. Menurutnya naik gunung itu berbahaya, menegangkan dan nggak […]

[Cerpen] Jodoh dari Dewi

Siang itu aku melihat Dewi begitu lemah dengan selang di sekujur tubuh. Gadis yang  semasa SMA itu terlihat sangat cantik, sekarang sudah sangat berbeda. Bibirnya tak lagi merah merekah seperti dulu. Rambutnya pun tak terlihat terurai hitam panjang. Saat SMA, dia menjadi salah satu primadona. Tak heran, banyak teman atau kakak kelas yang menginginkan menjadi […]

[Cerpen] PULUNG GANTUNG

Fanti bunuh diri, begitu kabar yang menyebar dari berbagai media sosial. Widi tidak begitu saja percaya, berkali-kali ia menelpon Fanti. Tapi, tidak ada yang mengangkat. Segala pesan lewat BlackBerry Messenger atau pun WhatsApp juga tak ada yang membaca, padahal jelas-jelas terkirim. Ia jadi was-was jika ternyata Fanti memang benar-benar bunuh diri. Kemarin, pernikahannya gagal. Mempelai […]

Hari Terakhir Bersama Bapak

“Lik, kita pulang dulu,” ajak tetanggaku. “Ada apa, Kang?” tanyaku heran. Biasanya, aku pulang sekolah sendiri, kenapa aku harus dijemput? Apalagi ini baru jam ketiga, belum mendekati waktu pulang sekolah. “Nanti, sampai rumah kuberitahu,” janji Kang Tapip. Aku setuju saja dan segera membonceng Kang Tapip. Sementara sepedaku dibawa tetangga satunya. Sebelumnya, aku berpamitan lebih dulu […]