BELAJAR DARI SYAHRINI

Rasanya, telinga kita sudah tidak asing mendengarkan nama Syahrini. Perempuan Sunda yang bernama asli Rini Fatimah Jaelani ini, banyak menghiasi layar kaca dan tidak pernah sepi dari pemberitaan. Baik diberitakan karena berkarya, penampilannya, kisah cintanya hingga beberapa kasus yang sempat menyeret nama Syahrini. Pertengahan 2017, Syahrini sempat diberitakan terlibat kasus First Travel dan makin heboh setelah memutuskan untuk memberangkatkan dua puluh orang korban First Travel. Ketika berita terlibatnya Syahrini ramai diperbincangkan, warganet pun tidak ketinggalan berkomentar pedas, menganggap bahwa selama ini Syahrini bermewah-mewah menggunakan harta yang tidak halal.

Sebelum kasus di atas —selebriti yang mulai naik daun ketika berduet dengan Anang Hermansyah ini— memang sudah sangat dekat dengan pemberitaan. Selain gaya hidupnya yang terkenal glamor, Syahrini banyak membuat sebutan-sebutan untuk gaya make-up dan juga celetukan khas yang banyak ditiru. Misal jambul katulistiwa, bulu mata antibadai dan celetukan “sesuatu” serta “Alhamdulillah, ya.“ Tidak heran, banyak yang menyebut bahwa Syahrini adalah artis sensasi. Karena ia lebih dikenal dengan berbagai sensasi dibanding prestasinya sebagai penyanyi. Syahrini tak peduli komentar orang, ia tetap saja hidup sebagai Syahrini hingga muncul lagi celetukan “maju mundur cantik” yang menginspirasi Rina Nose membuat sebuah lagu dari celetukan tersebut.

Selain dibuat lagu, video Syahrini yang sedang maju mundur cantik ramai dipakai menjadi meme oleh warganet. Bahkan tak tanggung-tanggung, video berlatar menara Eiffel itu diedit menjadi berbagai latar dari mulai jalan raya hingga bantaran sungai. Syahrini dibuat nyaris tertabrak kendaraan, ada juga yang membuat percakapan singkat bahwa maju-mundurnya membuat Syahrini berjalan dari Eiffel menuju Ciamis. Sungguh, itu menjadi hiburan bagi banyak orang. Ada yang tak kalah heboh, masih juga video Syahrini di Eropa yang dibuat meme. Dalam video itu, Syahrini merebahkan diri di sekitaran bunga-bunga dan rerumputan. Oleh warganet, foto itu kemudian diedit menjadi sebuah foto dengan beragam latar. Yang paling parah, Syahrini sedang tidur di pekarangan rumah lalu wajahnya disiram oleh seorang ibu-ibu.

Orang lain, mungkin akan sakit hati melihat fotonya diedit macam-macam dan menjadi bahan candaan banyak orang. Bisa juga malu dan tidak terima. Tidak demikian dengan Syahrini, yang malah ikut tertawa dengan ulah warganet. Baginya, candaan demikian seperti angin lalu saja. Karena katanya, percuma dihempas pasti nanti datang lagi. Apa pun yang dilakukan Syahrini, pasti orang akan terus saja mengamati. Maka muncullah celetukan “hempas datang lagi” Kemudian celetukan itu juga viral dan banyak ditiru. Di saat ada selebriti lain ada yang memilih untuk melakukan somasi terhadap haters yang berkomentar berlebihan, Syahrini tidak. Syahrini justru memilih langkah untuk terus kreatif, tidak habis mengeluarkan celetukan khas Incess yang manja.

Bukan Syahrini kalau melakukan hal yang biasa-biasa saja. Tidak memusingkan kelakuan haters, Syahrini justru memberikan kesempatan kepada penggemarnya untuk berkeliling Jakarta dan Bogor naik helikopter bersama Incess Syahrini. Katanya, itu sebagai hadiah bagi penggemarnya yang loyal. Memang hanya dua orang terpilih yang bisa menikmati rasanya naik helikopter –yang santer dikabarkan sebagai alat transportasi Syahrini untuk menghindari macet. Tetapi, cara kreatif ini membuktikan bahwa Syahrini mampu melawan energi negatif haters. Ia justru fokus untuk membuat penggemarnya juga bahagia. Bukan melawan haters dengan emosinya. Saya tidak pernah melihat Syahrini marah kepada siapapun yang menjelekkannya. Kalau mungkin kesabaran itu dijual, pastilah banyak toko yang membidik Syahrini untuk menjadi endorser produk sabar dari tokonya.

Belum lama, berita yang menarik perhatian bagi warganet adalah saat ia menghabiskan waktu untuk makan malam bersama seorang DJ kenamaan asal Amerika Serikat, Steve Aoki. Bahkan, Syahrini berhasil mengajak Steve untuk berjoget ala Syahrini. Kemudian paginya, ia bertemu dengan salah satu ustaz popular. Ya, Ustaz Felix Siaw. Ini tentu mengundang komentar haters. Rasanya aneh, ketika semalam ia bertemu dengan sosok yang mendekatkan manusia dengan dunia ‘ajeb-ajeb’ sementara pagi ia bertemu dengan tokoh yang mengajak untuk ber-istighfar. Tidak sedikit juga yang menganggap siraman rohani itu hanya untuk pencitraan saja. Pencitraan atau bukan, saya rasa bertemu dengan pemuka agama pasti memberikan hal positif. Karena kalau memang untuk pencitraan, malaikat tentu tidak akan keliru mencatat. Sebagaimana kalau kita berprasangka buruk terhadap Syahrini, maka malaikat juga mencatat sebagai perbuatan suuzan. Seperti itu?

Syahrini, sekali lagi, ia tidak mengambil hati apa pun yang dibicarakan pembencinya. Ia justru berniat untuk terus mengingat akhirat. Ia menulis dalam sebuah caption, bahwa ia berencana bersilaturahmi juga dengan Ustaz Abdul Somad. Satu hal yang menggambarkan bahwa sebetulnya, Syahrini mempunyai keinginan untuk menyeimbangkan hidupnya. Tak melulu soal pekerjaan, bisnis dan sensasi. Masih mending ya, di tengah keglamoran hidupnya, Syahrini masih mengingat untuk belajar ilmu agama. Karena masih banyak yang sedikit pun tidak ingat untuk mengingat Sang Pencipta.

Pelajaran hidup dari Syahrini yang pertama adalah bagaimana ia fokus terhadap apa yang tidak membuatnya sakit hati. Hujatan dan komentar pedas, ia ubah menjadi energi positif yang membuat Syahrini menjadi dirinya sendiri dan tetap eksis di dunia entertainment. Mungkin, ini bisa dicontoh juga oleh penulis-penulis pemula –seperti saya. Review yang mungkin pedas, sejatinya tidak ada apa-apanya dibanding cibiran haters kepada Syahrini. Kita bisa belajar untuk fokus mencari ide dan berkarya, apa yang menyakitkan hati ya, tinggal dihempas saja. Ciaobella!

Inilah kerja nyata dari sebuah ungkapan bijak yang sangat populer, “Hatimu tidak akan tersakiti jika engkau tak mengizinkan siapapun menyakitinya.”

Demikian dengan usaha balancing yang diterapkan Mbak Syahrini, mau orang menganggapnya pencitraan, selagi itu baik ya, lakukan saja. Maka sejatinya, Syahrini adalah guru bagi semua orang. Belajar dari artis penuh sensasi? Saya sih, yes. Nggak tahu kalau Mas Anang. (Ditulis oleh: Hapsari T. Mumpuni)

Baca Juga:   Ngaji Puisi Bersama Evi Idawati

One thought on “BELAJAR DARI SYAHRINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *