7 Tips Agar Anak Suka Buku

Sumber gambar: tonfeb.com   


Rumah tanpa buku sama seperti ruangan tanpa jendela -Horace Mann-


Apakah anak Anda tidak suka baca buku? Atau bahkan sama sekali tidak tertarik terhadap buku? Jangan khawatir, banyak kok orangtua yang mengalami hal serupa. Meski begitu, sebaiknya hal tersebut tidak didiamkan, karena ada cara agar anak suka buku. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Saya pribadi, mengenal buku sejak kecil. Tentu saja orangtua yang mengenalkan, sebagai orang yang saya lihat setiap hari. Bahkan ketika SD, saya sempat langganan majalah anak-anak, seperti Bobo. Pernah juga nggaklangganan, tetapi orangtua rutin membelikan. Bukan berarti harus selalu beli lho. Boleh banget pinjam ke perpustakaan atau taman bacaan, bila memang dananya terpakai untuk keperluan lain.

Lanjut ke tips agar anak suka buku ya. Beberapa tips saya rangkum dari pengalaman pribadi, sementara lainnya dari cerita teman.

1.     Kenalkan dengan buku sejak di dalam kandungan

Saya yakin sebagian besar dari Anda sudah mengetahui bahwa janin dapat mendengar. Oleh karena itu, disarankan agar ibu atau ayahnya membacakan atau melafalkan dengan keras apa-apa yang orangtua ingin beritahukan pada anaknya. Alangkah baiknya jika di masa ini, janin mendengar lantunan ayat suci Al-Qurโ€™an beserta artinya. Buku-buku agama, atau cerita anak juga bagus untuk perkembangannya. Bahkan tanpa bersuara pun, selama hamil, ibu boleh saja mengisi waktu dengan membaca buku kesukaan. Dengan begitu, bayi dalam kandungan sudah terbiasa dengan buku.

2.     Beri contoh kalau orangtua juga suka membaca

Adakah anak yang suka baca buku, sementara orangtuanya nggak suka baca? Ada sih. Apalagi zaman dulu nggak semua orang punya kesempatan untuk bersekolah. Banyak kok teman saya yang suka menulis, senang membaca, tetapi orangtuanya buta huruf. Satu hal yang saya pahami dari keadaan tersebut, bahwa memang orangtua teman saya tidak mampu secara ekonomi. Jangankan untuk belajar membaca di sekolah, masa kecil mereka justru diisi dengan bekerja agar tetap hidup. Tetapi yang luar biasa, mereka nggak mau anaknya mengalami hal serupa, sehingga disekolahkan lah tinggi-tinggi. Pencapaian yang mengagumkan, anak-anak dari kalangan tidak mampu tadi, biasanya hidup dikelilingi buku-buku. Entah pinjam dari perpustakaan sekolah, atau pinjam temannya. Bahkan ada yang menyisihkan uang hasil kerja membantu orangtuanya untuk membeli buku murah di loakan.

Untuk orangtua dari kalangan mampu atau berpendidikan, berilah contoh bahwa Anda suka membaca. Meski hanya koran, majalah dari kantor, buku resep, apa saja yang diminati. Nggak harus baca buku bergenre filsafat, atau novel tebal kok. Ketika anak melihat orangtuanya akrab dengan buku, mereka otomatis merekam bahwa buku adalah kawan. Lama-kelamaan anak akan bertanya, buku apa yang sedang orangtuanya baca.

3.     Sediakan buku di sekitar rumah

Tips ini kesannya sepele, tetapi bila dipraktikkan, akan berpengaruh besar. Mirip lah dengan kondisi anak yang susah makan. Katanya sih, cukup kita meletakkan makanan atau cemilan berat di tempat yang dapat dijangkau anak, maka dengan sendirinya makanan tersebut akan diambil saat dia lapar. Cara ini mirip dengan mengenalkan anak pada buku. Sampul buku anak yang berwarna-warni, akan membuat anak tertarik. Awalnya anak hanya melihat dari jauh. Lalu anak berani mendekati buku. Selanjutnya dia akan menyentuh dan membukanya. Voila! Anak pun mulai menyukai buku.

4.     Bacakan dongeng kapan saja

Mungkin tidak semua orangtua pandai mendongeng. Saya juga belajar mendongeng secara otodidak. Anggap saja sedang presentasi, tetapi di depan peserta anak-anak. Intonasi dan gaya bercerita dapat disesuaikan dengan usia anak. Kalau Anda terlalu kaku saat mendongeng, berlatih lah dengan melihat pendongeng profesional. Era digital tentu memudahkan para orangtua untuk belajar dari youtube misalnya. Salah satu keuntungan anak yang biasa dibacakan buku adalah, mereka dapat menceritakan isi buku, walaupun belum dapat membaca. Mengapa? Karena  mereka melihat gambar yang terdapat di buku. Atau mereka ingat dengan kalimat yang dikisahkan oleh orangtuanya. Kelak, saat mereka besar sedikit, jangan kaget jika anak sudah bisa mendongeng buat adiknya, bahkan untuk orangtuanya.

Membacakan dongeng juga nggak harus sebelum tidur lho. Bisa saja di waktu-waktu tertentu yang memang disepakati. Misalnya sesi menunggu azan dhuhur, anak dapat diajak membaca kisah Nabi. Atau ketika bulan ramadhan tiba, sembari menunggu waktu berbuka pun dapat diisi dengan aktivitas mendongeng.

5.     Ajak ke toko buku atau bazar buku

Siapa yang suka ke toko buku? Tunjuk jari dong! Toko buku adalah surganya anak yang suka buku. Anak saya bahkan betah berlama-lama memilih buku mana yang dia minati. Untuk anak yang masih ogah-ogahan berteman dengan buku, mengajak ke toko buku adalah cara jitu untuk menarik perhatiannya. Display buku yang keren tentu akan membuat anak menjadi kagum dan terpesona. Belum lagi cover buku yang beraneka gambar dan beragam warna, mau tak mau akan memancing rasa penasaran anak. Dari sekian banyak buku yang ada, pasti salah satunya akan meluluhkan hatinya, hingga akhirnya dia meminta untuk dibelikan buku tersebut.

Bazarbuku sendiri menjadi tempat yang lebih ramah di kantong orangtua. Di kota Jogja sendiri, sering banget ada acara bazar buku, atau pameran buku murah. Bukan berarti buku yang dijual tidak berkualitas lho, Anda bisa saja menemukan buku karangan penulis termasyhur yang diobral. Kadang, beberapa toko buku juga mengadakan cuci gudang dengan harga yang benar-benar miring. Saat ini, bahkan ada bazar buku internasional, seperti Big Bad Wolf yang merupakan event book sale akbar se-Asia Tenggara. Jadi, harga buku yang mahal bukan alasan lagi.

6.     Ajak ke perpustakaan atau taman bacaan

Seperti yang saya sampaikan di tips nomor 2, orangtua nggak harus selalu membeli buku baru. Orangtua yang berada sekali pun, perlu mengajak anaknya ke perpustakaan atau taman bacaan. Selain koleksinya lebih lengkap, buku lama dan langka yang susah didapat, biasanya akan Anda temui di perpustakaan. Nggak hanya anak yang senang karena melihat rak-rak tinggi berjejer penuh buku, tapi orangtuanya juga seperti menemukan harta karun.

Saya sendiri memunyai kenangan indah tentang perpustakaan. Aroma buku lawas, kesunyian, dan kekhusyukan para pengunjungnya adalah perpaduan unik yang membuat hati bahagia. Perpustakaan menjadi tempat pelarian kala gundah melanda, atau ketika banyak tugas sekolah, haha. Saya juga belajar bagaimana etika meminjam buku, mengantri, dan berinteraksi di tempat yang memiliki aturan ketat. Ternyata, mengenal perpustakaan sejak kecil, memberi pengalaman tersendiri.

Taman bacaan juga sudah menjamur baik dikota besar maupun di desa-desa. Bahkan beberapa teman saya mengelola taman bacaan, dan memang ditujukan untuk sarana belajar literasi bagi anak-anak yang nggakmampu beli buku. Ada juga lho taman bacaan keliling, yang pakai mobil gitu. Kemudahan akses untuk mendapatkan buku adalah anugerah untuk anak-anak masa kini. Oleh karena itu, orangtua harus memanfaatkannya demi kepentingan anak.

7.   Konsisten

Hal tersulit dari semua tips di atas adalah menjalankannya secara konsisten. Konsistensi membutuhkan niat dan keteguhan hati dari orangtua. Tak ada gunanya jika tips nomor 1 sampai 6 hanya dipraktikkan sesekali saja. Orangtua harus melakukannya dengan rutin, sampai anak benar-benar suka buku. Jangan dibayangkan wajib mengajak anak ke taman bacaan setiap hari lho, cukup satu-dua kali seminggu misalnya. Untuk tips mendongeng atau membacakan buku juga begitu, setiap anak mau tidur juga cukup.

Semoga 7 tips agar anak suka buku bermanfaat ya, karena generasi pecinta buku tidak datang secara tiba-tiba. Melainkan terlebih dahulu dicontohkan dan dibentuk oleh kita, orangtuanya.


Ditulis Oleh: Dian Farida Ismyama.

31 thoughts on “7 Tips Agar Anak Suka Buku”

  1. Nah..ini cocok banget deh..dapat bacaan begini..
    Cuma didaerah susah banget cari buku2..terutama untuk usia 3 tahun..

    Ntar kapan ke kota..pengen deh borong buku buat anak…

  2. dulu saya suka sekali baca buku cerita di perpus kota, sekarang aduh.

    mungkin jadi tahapan nantinya untuk memperkenalkan bagaimana mereka bisa menyukai buku kpd anak-anak, setidaknya para murid saya di sekolahan

  3. Orangtua yang hobi membaca jauh lebih mudah mengenalkan buku kepada anak2 daripada orangtua yang tidak hobi membaca. Jadi tantangan tersendiri bagi orangtua tsb. Terima kasih banyak Mbak tipsnya. Sangat membantu bagi orangtua yg ingin anaknya hobi membaca.

  4. Yang susah emang konsisten, selama ini Duo Ai sudah cukup suka baca buku tapi kami mungkin yang kurang konsisten membacakan buku-buku tersebut. Makasih sharingnya.

  5. Poin 2, 3, 4 sudah saya lakukan. Tinggal 5,6,7 nih. Tapi poin pertama, esensi 'membaca'nya kan ga keliatan ya. Lebih ke bercerita. Jadi, agak sulit juga memastikan efek keberhasilannya

  6. Iya, saya mulai melirik tips keenam, yaitu mengajak anak sering-sering ke TBM. Si kecil hampir tiap hari ke TBM terdekat, sih, tapi untuk bermain dulu. Memang harus sabar mengenalkan. Tetapi, sudah saatnya sering mengajak jalan2 ke TBM yang lebih jauh agar anak lebih paham fungsinya.

  7. Perlu diteliti nih, hehe. Tapi yang aku baca, memang ngaruh lho. Cerita apapun, hal apapun yang kita lakukan saat sedang hamil, akan membekas pada bayi. Misalnya saja yang tentang dengerin musik klasik atau murotal. Ketika di kandungan sudah sering dengar, maka saat bayi lahir dia akan mengenal suara tersebut

  8. Sebenarnya minat baca harusnya sudah ditanamkan sejak dini. Tapi kalo sekarang familiarnya anak kecil udah main gadget. Kalau liat yang gitu suka kasian juga. Lebih baik memang kalau orang tua jangan keseringan main gadget di depan anaknya ya. Nanti malah jadi contoh anaknya. Pokoknya Saya beneran nge bookmark banget itu tips yang kedua Mbak, soal orang tua yang memberikan contoh kalau dia suka membaca kepada anaknya ๐Ÿ˜€

  9. Alhamdulillah anakku suka buku, meskipun sekarang masih gemar baca komik, Yah yang penting suka baca dulu toh nanti bisa diarahkan ke bacaan yang lebih baik lagi. Makasih tipsnya

  10. Bekal masa delan banget ini!!! Thanks mbak dian. Mungkin ortuku dulu jg begitu yaaa, sejak dalam kandungan sdh mengenalkanku dg bukuz sampe gandrung. Sampe disunat anggaran untuk beli buku

  11. Bermanfaat banget ini. Saya pernah coba ke anak saya. Dulu istri saya waktu hamil sering baca Al Quran dan baca buku-buku tentang tips kehamilan, tips masakan, dll. Setelah lahir, anak saya kelihatan suka buku. Sekarang dia umur 5 tahun alhamdulillah sudah bisa baca Iqro' dan tulisan sederhana.

  12. Dulu dirumah saya semuanya suka baca. Jadi sewaktu kecil saya udah dapet bacaan dari nyokap. Mulai dari Bobo dan banyak lagi bacaan jaman dulu. Kakek juga hobi baca jadi dirumah kalau lagi luang semuanya membaca hingga sekarang. Memang kebiasaan dirumah yang harus ditanam benar benar

  13. Dulu dirumah saya semuanya suka baca. Jadi sewaktu kecil saya udah dapet bacaan dari nyokap. Mulai dari Bobo dan banyak lagi bacaan jaman dulu. Kakek juga hobi baca jadi dirumah kalau lagi luang semuanya membaca hingga sekarang. Memang kebiasaan dirumah yang harus ditanam benar benar

  14. Tapi mbak selain itu ada juga kecenderungan si anak alias semacam passion gitu, krn aku kecil suka banget baca buku, sampe skrg jg suka sih ya sayangnya org tua ku ndak suka baca.. Akibatnya ya itu adik adikku jg krg suka.. Coba ya 7 tips ini aku terapkan ke ponakanku, supaya mereka mau baca buku, bkn cm komik doang.

  15. Sukaaak…banget.
    Saya rutin membelikan anak-anak buku bacaan.
    Dibaca ataupun tidak, saya anggap investasi di awal.

    In syaa Allah semua gak ada yang sia-sia.
    Apalagi di Bandung banyaaakk sekali taman baca yang gratisan.

    Waah..mamak makin bahagia ini.

  16. ibu harus memerhatikan dan memperlihatkan bahwa dimulai dari ibunya suka dan gemar membaca biar si anak suka membaca tetapi jaman skrng hal tersebut susah dicari karena sudah masuk dunia digital jd semua serba hape

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *